Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Ancam Viralkan Video Porno, Pelajar SMA di Trenggalek Dibekuk

31 Oktober 2019, 10: 33: 47 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

TERJERAT UU ITE: LK menjadi tersangka kasus pengancaman dengan menakut-nakuti akan memviralkan video porno korbannya ke medsos.

TERJERAT UU ITE: LK menjadi tersangka kasus pengancaman dengan menakut-nakuti akan memviralkan video porno korbannya ke medsos. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK.)

KOTA, Radar Trenggalek - Remaja berinisial LK, warga Desa Banaran, Kecamatan Tugu, ini akhirnya harus merasakan pengapnya hotel prodeo Polres Trenggalek. Pria berusia 18 tahun ini diamankan Korps Bhayangkara lantaran menjadi tersangka pengancaman dengan modus akan memviralkan video porno korbannya.

Kapolres AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan, diketahui korban berinisial B merupakan gadis yang masih di bawah umur. Menurut dia, tersangka LK sejatinya belum lama mengenal korban inisial B. Sebelumnya, LK mengaku sempat berkenalan dengan inisial N dan bahkan sempat berpacaran selama setahun dengan N. 

Nah, selama setahun berpacaran dengan N, diam-diam tersangka LK mulai tertarik dengan teman N, yakni inisial B. Keinginan LK menaruh hati dengan B rupanya diketahui N. Sehingga hubungan antara LK dan inisial N menjadi keruh, hingga akhirnya putus. "LK kala itu menghubungi korban B dengan cara men-chat WhatsApp (WA). Nomornya dia dapatkan dari N. Selama berkomunikasi dengan B, LK berusaha sebisa mungkin membuat rasa nyaman terhadap korban B," ungkapnya.

Jean, sapaan akrabnya melanjutkan, LK pun menghubungi korban B dengan fake account (akun palsu, Red). Foto profil yang digunakan LK pun juga palsu. Namun, LK berhasil menumbuhkan rasa asmara pada korban B. "Seiring berjalannya waktu, terjalinlah hubungan asmara. Tidak berhenti dari situ, tersangka berusaha menyampaikan agar korban B bersedia melakukan perbuatan pornografi. Sehingga aksi itu pun terjadi," katanya.

Dari rayuan itu, akhirnya tersangka berhasil mendapat rekaman video porno milik korban B berdurasi 10 menit. Menurut Jean, video tersebut digunakan LK untuk menakut-nakuti korbannya. Bahkan, ada indikasi, video itu dimanfatkan  LK untuk mencari keuntungan, yakni dengan meminta pulsa ke korban selama delapan kali. "Pemerasan pengancaman ini dilakukan dengan modus ingin mengirimkan dokumen elektronik dan memviralkan ke media sosial," ujarnya.

Korban B pun terpaksa menuruti permintaan LK dengan mengirimkan pulsa mulai dari Rp 30 ribu sampai Rp 100 ribu. Total nilai yang sudah dikeluarkan oleh korban B hingga sejumlah Rp 650 ribu. "Tersangka memang mengirim video porno selama 10 menit secara terpisah-pisah. Tiap video durasinya 10 detik," imbuhnya.

Mendapat tekanan dari tersangka, lanjut dia, korban B akhirnya tak mampu menahan. Dia terpaksa menceritakan kepada temannya (tetangga, Red) tentang tindakan LK. Temannya itu pun menceritakan ke ibunya dan ibunya menceritakan ke ibu korban B. "Ibu korban B akhirnya menceritakan dan menjelaskan ke suaminya. Suaminya pun melaporkan hal itu ke pihak yang berwajib," ujarnya.

Mendapat laporan dari ayah korban B pada Selasa (29/10) sekitar pukul 11.00, petugas dari kepolisian pun mulai mencari keberadaan LK. Empat jam kemudian, polisi berhasil menangkap LK di jalan raya Karangan. "Pada saat penangkapan, awalnya pelaku tidak mengaku. Tapi setelah diinterogasi petugas, sampai kini kasus ini berhasil kami ungkap," katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, LK dikenakan pasal 29 dan atau pasal 45 B UU RI Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE subpasal 45 A ayat 1 UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. "Tersangka diancam dengan hukuman 6 tahun penjara," tegasnya.

(rt/pur/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia