Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Jalan Lubang yang Sempat Dipersoalkan Warga Segawe Langsung Ditambal

31 Oktober 2019, 11: 20: 39 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

MULAI DICOR: Truk melintasi jalan Segawe yang kini dibenahi, kemarin (30/10).

MULAI DICOR: Truk melintasi jalan Segawe yang kini dibenahi, kemarin (30/10). (DHARAKA RUSIANDI PERDANA/RATU)

PAGERWOJO, Radar Tulungagung – Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) tak mau dianggap ingkar janji pada warga Desa Segawe, Penjor, dan Gambiran. Kemarin (30/10) mereka langsung mengedrop material untuk penanganan darurat jalur rusak itu. Hanya, penanganan kemarin baru mampu menutup enam lubang.

Kepala UPT Dinas PUPR wilayah Kauman Wijang Brahmantoro mengatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti hasil negosiasi dinas PUPR dan warga tiga desa saat aksi damai berlangsung. Langkah awal yakni penanganan darurat, berupa menutupi lubang di jalur kabupaten yang dipersoalkan warga itu. “Kami langsung melakukan dihasilkan dari proses negosiasi dengan warga,” katanya.

Menurut dia, apa yang dilakukan pihaknya kini memang masih dalam tahap awal dari perbaikan menyeluruh. Mengingat pekerjaan utama berupa peningkatan jalan baru akan terlaksana pada 2020. Untuk itu, saat ini hanya sekadar penambalan dengan beton cor di beberapa titik yang mengalami kerusakan cukup parah. “Hari ini (kemarin, Red) sudah kami mulai dan belum begitu banyak yang sudah tertutup,” tambahnya.

Wijang, sapaan akrabnya melanjutkan, proses penambalan ini tidak membutuhkan waktu panjang. Diperkirakan volume material yang dibutuhkan hanya sekitar 6 meter kubik. Diharapkan proses penambalan ini bisa mempermudah pekerjaan besar peningkatan jalan tahun depan. Dia meminta masyarakat bersabar. “Sudah ada perencanaannya. Tahun depan langsung dilelang dan dikerjakan di lapangan,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aktivitas TPA Segawe pada Selasa (29/10) lumpuh total. Hal itu dipicu penyegelan oleh warga dari tiga desa, yakni Segawe, Penjor, dan Gambiran yang merasa resah atas rusaknya kondisi jalan kabupaten yang melintasi area tersebut. Apalagi kerusakan yang muncul sejak empat tahun silam itu terkesan dibiarkan saja tanpa ada penanganan. Akibatnya, hal itu sering membahayakan para pengguna jalan yang melintasi area itu. Baik yang hendak menuju Pagerwojo maupun Tulungagung.

(rt/rak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia