Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Features

Melongok Aktivitas di TPA Segawe Pascapenyegelan Warga Tiga Desa

31 Oktober 2019, 11: 30: 27 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Melongok Aktivitas di TPA Segawe Pascapenyegelan Warga Tiga Desa

Aksi damai warga tiga desa di sekitar TPA sampah Segawe, Selasa (29/10) lalu, memang membuat aktivitas TPA lumpuh total. Hal itu membuat pencari barang bekas kehilangan pendapatan sehari.

Suasana TPA sampah Segawe kemarin (30/10) berangsur normal. Sejak pukul 10.00, area tersebut sudah diserbu para pencari barang bekas yang berburu rezeki. Meskipun panas menyengat dan bau tak sedap menyeruak, hal itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengais barang bekas yang sekiranya bernilai jual dan bisa didaur ulang.

Sumantoro salah satunya. Pria berdomisili di Desa Segawe ini setiap hari di tempat pengelolaan sampah milik dinas lingkungan Hidup (DLH). Dia memang menggantungkan mata pencaharian di situ. “Baru tadi pagi TPA ini buka kembali,” katanya memulai obrolan.

Dia mengakui, saat aksi damai digelar warga tiga desa, hampir tidak ada pencari barang bekas yang datang untuk mengais rezeki seperti biasanya. Umumnya semua khawatir bakal ada tindakan anarkis. Sehingga semua mengurungkan niat untuk datang. “Saya sendiri kebetulan di dalam sebelum aksi digelar,” tambahnya.

Menurut dia, pendapatan para pencari barang bekas memang menurun. Umumnya mereka tidak mendapatkan pendapatan sekitar Rp 20 ribu. Apalagi selama sehari penuh, semua tidak bisa mengakses masuk ke dalam TPA karena disegel warga. Beruntung, aksi penyegelan itu tidak berlangsung lama karena tadi (kemarin, Red) pagi sudah dibuka. “Tadi dari DLH juga sudah datang ke sini. Kondisi pun berangsur normal seperti sedia kala,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DLH Sukaji saat dikonfirmasi terpisah mengakui jika aktivitas TPA memang sempat terhenti ketika aksi damai warga digelar. Apalagi warga juga sempat menyegel pintu masuk yang membuat truk pengangkut sampah tidak bisa membongkar muatan. “Saat ini aktivitas TPA sudah kembali seperti sedia kala. Truk maupun para pencari barang bekas sudah bisa masuk,” terangnya.

Dari pantauan Koran ini, seluruh pasukan hijau beserta peralatan untuk mengolah sampah sudah beroperasi sepenuhnya. Semua seakan melupakan peristiwa penyegelan yang membuat mereka tidak bisa beraktivitas normal. Di benak mereka hanya ada keinginan agar keluarga yang menunggu di rumah mendapatkan rezeki untuk melanjutkan kehidupan esok hari.

(rt/rak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia