Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Features

Pengalaman Seto Gigih Kurniawan saat Ikut Berbagai Pemilihan Duta

31 Oktober 2019, 13: 55: 17 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Pengalaman Seto Gigih Kurniawan saat Ikut Berbagai Pemilihan Duta

Selain juara, berbagai pengalaman menarik pernah dirasakan Seto Gigih Kurniawan saat mengikuti kompetisi pemilihan ajang bakat.

Kompetisi pencarian duta dilakukan sebagai ajang untuk mencari para remaja yang mampu menjadi perwakilan daerah atau dalam kategori tertentu.

Selain itu, pemilihan duta menjadi sarana bagi peserta, khususnya remaja untuk saling bersaing dalam menunjukkan kemampuan mereka. Seto Gigih Kurniawan salah satunya.

Berawal dari jadi duta sekolah, pemuda tersebut kerap mengikuti ajang pencarian duta.

"Jadi duta gak cuma modal brain, brave, dan behavior karena itu relatif. Yang penting itu niat dari hati," ungkap warga Kelurahan/Kecamatan Talun ini.

Memiliki tubuh proporsional dan wajah tampan tak membuatnya berbangga diri. Kemauan kuat dan kemampuannya dimanfaatkan sebagai bekal utama.

Gigih, sapaan akrabnya mengatakan, saat SMP pernah bermimpi menjadi perwakilan ajang Gus Jeng Kabupaten Blitar.

Tiga tahun berikutnya, seperti dream come true (mimpi yang menjadi nyata), Gigih berhasil menjadi salah satu duta lalu lintas (lantas). Gelar tersebut berhasil didapatkannya dalam Gus Jeng Kabupaten Blitar tahun 2015.

Pada tahun 2017, kembali mengikuti duta Generasi Berencana (Genre) yang diadakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Dalam ajang tersebut, dia berhasil menyabet juara I sebagai duta Genre mewakili Kabupaten Blitar.

Tak merasa cukup dengan gelar tersebut, Gigih pernah pula mengikuti pemilihan Duta Politik di Kota Malang pada tahun 2018. Kategori Duta Berbakat berhasil dimenangkan dalam ajang tersebut.

Di tahun yang sama, juga mewakili Kabupaten Blitar dalam Duta Genre tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim). Selempang juara kedua Duta Genre berhasil tersemat di dadanya.

Kemauannya untuk terus mengembangkan kemampuannya telah dilakukan untuk mendapatkan beberapa gelar duta tersebut.

Gigih mengaku pernah ketiduran saat acara puncak pemilihan Duta Genre Jatim. Dia bersama kawan kamarnya tertidur hingga panitia datang untuk membangunkan mereka. Siapa sangka, itu menjadi pengalaman paling diingat selain menjadi juara II saat itu. "Sempat ketiduran sama teman kamar, sampai digedor-gedor panitia," ungkap pemuda 21 tahun ini.

Bagi Gigih, mengikuti berbagai ajang tersebut tak hanya untuk mencari pengalaman. Namun, memiliki banyak teman dan suasana lingkungan baru menjadi daya tarik tersediri baginya.

Pernah saat tahun 2018 ikut menjadi salah satu relawan dalam Indonesia Nasional Volunteer di Kepulauan Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia menjadi perwakilan Jatim dalam bidang pendidikan. Banyak pelajaran berharga yang didapatkan di sana.

Dia mengungkapkan betapa senang dan bersyukurnya berkesempatan mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut. Tak hanya puas dengan apa yang dilakukannya, juga turut bangga bisa mengabdikan dirinya untuk masyarakat luas.

(rt/did/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia