Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Pendidikan

Seragam Gratis SMA/SMK Batal

31 Oktober 2019, 14: 04: 03 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

PAKAI YANG LAMA: Para siswa melaksanak UNBK beberapa tahun lalu.

PAKAI YANG LAMA: Para siswa melaksanak UNBK beberapa tahun lalu. (Dok Ratu)

KOTA, Radar Tulungagung – Pupus sudah keinginan ribuan siswa-siswi baru jenjang SMA/SMK negeri-swasta untuk mendapat bantuan seragam baru gratis. Bagaimana tidak, seragam yang rencananya dibagikan awal Oktober gagal lelang.

Sebab, pemenang lelang tidak dapat memenuhi syarat-syarat ketentuan untuk melakukan proses pengerjaan. Waktu yang tersisa dua bulan pun dinilai tidak cukup untuk lelang ulang. “Dari informasi yang kami terima saat sosialisasi di Malang beberapa waktu lalu, pengadaan seragam gratis dipastikan batal,” jelas Waka Humas SMAN 1 Tulungagung Siswo Subagyo.

Siswo mengaku tak dapat berbuat banyak. Meskipun, keberadaan bantaun seragam gratis diharap siswa. Terutama bagi siswa dari keluarga kelas menengah ke bawah. Melihat kondisi ini, dia pun mulai menyosialisasikan ke siswa mengenai pembatalan seragam gratis. “Kami sosialisasikan ke siswa untuk pengadaan sendiri. Bisa pinjam atau mungkin beli karena mau bagaimana lagi, seragam gratis tidak jadi,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala SMK 1 PGRI Murpriono. Dia mengatakan, hingga kini tidak dapat berbuat banyak selain menunggu ketegasan dari dinas terkait. Sebab, tidak sedikit siswanya menanti bantuan seragam gratis. “Ya akhirnya sekolah hanya bisa mempersilakan siswa, kalau mau beli dulu di toko monggo, mau pinjam juga tidak masalah,” jelasnya.

Dia menambahkan, gagalnya pengadaan lelang seharusnya menjadi bahan evaluasi ke depan. Seperti melakukan seleksi terlebih dahulu ke peserta lelang. Sehingga ketika lelang selesai, pemenang pun dapat segera mengerjakan proyek. “Seharusnya kejadian seperti ini tidak sampai terjadi. Karena biar bagaimana pun juga, ini untuk masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, ditemui di tempat berbeda, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jatim wilayah Tulungagung-Trenggalek Solikin, membenarkan hingga kini belum menerima informasi apapun terkait batalnya pengadaan seragam gratis. Sehingga dia pun memilih memberi kelonggaran pada siswa untuk pengadaan sendiri. “Sampai kini saya belum tahu. Belum ada informasi resmi. Jadi siswa memang diberi kelonggaran mau beli atau pinjam,” jelasnya.

Namun melihat kondisi seperti saat ini, pria ramah ini pun tak menampik jika waktu yang tersisa pada tahun anggaran 2019 tidak mencukupi untuk pengadaan ulang. Sebab, proses lelang rata-rata memakan waktu sekitar tiga bulan. Namun, dari informasi yang didapat, pemprov akan merencanakan pengadaan seragam 2020. “Infonya akan diadakan tahun depan. Tapi kami belum tahu itu untuk siswa baru 2020/2021 atau seperti apa, belum ada info,” ujarnya.

Sekadar informasi, untuk menyukseskan program sekolah gratis berkualitas (TisTas), Pemprov Jawa Timur (Jatim) membuat kebijakan baru. Yakni pemberian dua setel kain seragam gratis bagi siswa baru kelas X dan bantuan SPP gratis melalui kebijakan dana bantuan operasional penyelenggaraan pendidikan (BPOPP) bagi siswa SMA/SMK negeri maupun swasta di Jatim. Namun, pengadaan seragam yang seharusnya dibagikan pada awal oktober mengalami gagal lelang. Sehingga dipastikan hingga akhir tahun siswa baru belum dapat menerima bantuan seragam.

(rt/nda/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia