Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Blitar

Tingkatkan Kualitas Beras, Bangun Gudang RMU

31 Oktober 2019, 15: 40: 27 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

TUNGGU MESIN: Gudang RMU di Desa/Kecamatan Talun.

TUNGGU MESIN: Gudang RMU di Desa/Kecamatan Talun. (AGUS MUHAIMIN/RADAR BLITAR)

TALUN, Radar Blitar – Pembangunan gudang rice milling unit (RMU) sudah mencapai sekitar 85 persen. Meski demikian, belum bisa dimanfaatkan dalam waktu dekat. Sebab, mesin penggiling padi rencanya akan dianggarkan di 2021 nanti.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar Sri Astuti mengatakan, selama ini produksi padi di Kabupaten Blitar belum dikelola optimal. Padi produksi petani hanya menyasar segmen medium dengan harga sekitar Rp 8 ribu per kilogram (kg). “Dengan RMU ini, kami yakin kualitas padi yang dihasilkan menjadi lebih baik,” katanya.

Menurut dia, selain proses pemisahan bulir padi, ada mesin lain yang nanti bisa memisahkan beras antara yang kusam dan putih.

Selain itu, pihaknya juga optimistis mesin itu nanti bisa mengurangi pecahan padi dalam proses penggilingan. “Dengan mesin penggilingan yang baik, output dihasilkan menjadi lebih baik. Jadi, bisa masuk kelas premium yang harganya bisa sampai Rp 10 ribu per kilo,” jelasnya.

Dia menyebut, RMU menjadi salah satau unit pelayanan bagi petani. Dengan demikian, nantinya ada retribusi atas jasa atau pelayanan tersebut. Namun, saat masa uji coba selama dua tahun, semua biaya yang dikenakan atas pelayanan ini bisa dinikmati secara cuma-cuma. “Itu sesuai dengan dengan keputusan kepala Bappeti (badan pengawas perdagangan berjangka komoditi),” jelasnya.

Nantinya, RMU ini menjadi lembaga atau unit yang dikelola di luar pemerintahan. Dalam waktu dekat, bakal ada penjaringan untuk menentukan kepala atau pengelola usaha atau jasa penggilingan dan penyimpanan padi ini.

Disinggung soal mesin penggiling padi, dia mengaku sudah melaporkan ke Kementerian Perdagangan. Kemungkinan besar anggaran untuk mesin tersebut bakal digelontorkan di tahun anggaran 2021 nanti.

Dia menyebut, bangunan fisik RMU sudah mencapai tahap finalisasi. Tak sampai pertengahan bulan depan, bangunan yang dikerjakan dengan anggaran Rp 662 juta ini rampung.

Berdasarkan pantauan Koran ini, terdapat beberapa pekerja yang tengah mengecat bangunan di sebelah barat Polres Blitar ini. Tampak pula beberapa orang pengawas sedang melihat proses pelaksanaan pembangunan. “Sekitar 85 persen, kurang pintu dan instalasi. Kalau pintu dan instalasi ini selesai, progresnya lebih dari 90 persen,” kata pemuda yang mengaku bernama Andi Santosa ini.

(rt/muh/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia