Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Blitar

Jadwal Molor, Pembangunan RSUD Srengat, Blitar Jadi Sorotan Dewan

21 November 2019, 08: 25: 51 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Jadwal Molor, Pembangunan RSUD Srengat, Blitar Jadi Sorotan Dewan

SRENGAT, Radar Blitar - Komisi III melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Tipe C Srengat. Hasilnya, dipastikan bangunan bertingkat ini tidak rampung sesuai dengan kontrak perjanjian, 28 november nanti. 

“Katanya yang tidak sesuai perkiraan itu pada tahap pengurugan. Ternyata butuh waktu lama,” ucap Ketua Komisi III, Sugianto menirukan klarifikasi dari pihak dinas.

Menurutnya, dari kunjungan lapangan ini didapati  beberapa temuan namun tidak begitu krusial, seperti retakan retakan kecil pada beton bagian atap, tembok dan proses finishing atau pengecatan yang belum sempurna. Terkait hal tersebut, dewan berencana melakukan pengawasan pada bulan desember nanti. Hal ini untuk memastikan temuan temuan tersebut sudah ditindaklanjuti.

AGUS MUHAIMIN/RADAR BLITAR

AGUS MUHAIMIN/RADAR BLITAR

Lebih lanjut, Sugianto mengatakan ada poin penting yang luput dalam perencanaan. Yaitu, soal kebutuhan air bersih yang luput dari perhitungan. "Awalnya mau pakai PDAM, tetapi pada teknis pelaksanaan, ternyata PDAM tidak bisa menyediakan kebutuhan tersebut. Solusinya harus ada sumur untuk memenuhi kebutuhan air di rumah sakit," jelasnya.

Sugianto mengungkapkan, dinas bakal mengkaji berapa waktu tambahan yang bakal diberikan kepada pelaksanaan kegiatan. Pihaknya berharap, tambahan waktu ini dimanfaatkan sebaik baiknya. Artinya, kelonggaran tersebut tidak malah membuat rekanan ndlewer sehingga pelaksanaan kegiatan molor hingga lewat tahun anggaran. Sebab, hal itu memicu resiko denda. "Tapi juga tidak boleh buru-buru juga ya, sehingga mengabaikan kualitas pekerjaan," tuturnya.

Pihaknya berharap, tambahan waktu ini sekaligus untuk merampungkan sarana untuk kepentingan air di rumah sakit. Sehingga, nantinya masyarakat bisa segera menikmati fasilitas pelyananan kesehatan. "Rumah sakit ini kan ditunggu-tunggu oleh masyarakat di Blitar Barat sejak tahun lalu," imbuhnya.

Selain pembangunan rumah sakit, pembangunan jembatan di Desa Kolomayan, Kecamatan Wonodadi juga menjadi sasaran sidak dewan. Sebab, ada laporan dari masyarakat yang menyebut lamanya proses pembangunan sehingga menggangu mobilitas masyarakat. "Disana kami juga berpesan agar kegiatan dilaksanakan cepat tanpa mengurangi kualitas bangunan," pungkasnya.

Sementara itu, kepala dinas kesehatan, kuspardani berterima kasih atas kunjungan tersebut. Baginya, semakin banyak pihak yang memberikan perhatian pada pelaksanaan pembangunan, berdampak positif terhadap kualitas fisik rumah sakit. "Kami bersyukur di-back up, ada saran dan masukan dalam proses pelaksanaan kegiatan," ucapnya.

Menurutnya, ada beberapa masukan yang diberikan. Diantara poin penting yang dia garis bawahi adalah soal keselamatan keaehatan kerja (K3).

(rt/muh/ang/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia