Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Blitar

Warga Jalan Melati Hentikan Pembangunan Tower Provider

26 November 2019, 12: 16: 57 WIB | editor : Didin Cahya FS

POLEMIK: Pipa yang rencananya untuk tower provider seluler.

POLEMIK: Pipa yang rencananya untuk tower provider seluler. (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADARTULUNGAGUNG.ID)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Pembangunan tower provider Indosat di Jalan Melati gang 2, RT 3/RW 12, Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul menuai protes warga, Selasa (26/11).

Pasalnya, belum semua warga yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan tower mendapat sosialiasasi. Warga pun langsung menghentikan proses pembangunan tower berjenis monopole itu. "Tadi sudah proses pembangunan. Lalu dihentikan warga," kata Bambang Sugeng, warga setempat ditemui di lokasi, Selasa (26/11).

Bambang mengaku, proses pembangunan tower itu sudah berlangsung sejak seminggu yang lalu. Waktu tahu akan ada pembangunan setelah mengetahui material tiang tower tiba. "Saya tahu material datang. Saya kaget," terangnya.

Mengetahui materia datang, Bambang lalu memberitahu warga lainnya. Dia mengumpulkan warga yang merasa tidak setuju dengan pembangunan tower tersebut. "Saya kumpulkan tanda tangan sebanyak-banyaknya sesuai petunjuk dari PTSP. Sebagai petisi warga yang tidak setuju," ujar pria 66 tahun ini.

Bambang sendiri menjadi salah satu warga yang menolak pembangunan tower itu. Dia merasa tidak dilibatkan dalam sosialisasi pembangunan tower tersebut. Padahal, lokasi rumahnya masih satu dengan pembangunan tower itu.

Makanya, dia kaget ketika tiba-tiba tower benar-benar dibangun. Sesuai aturan memang radius warga yang dilibatkan sosialisasi yaitu 30 meter dari tower. "Saya radius 35 meter. Tetapi lahan tanah saya luas. Kenapa kok tidak disenggol sama sekali," ujarnya. Waktu itu, Sosialisasi hanya melibatkan warga dekat tower saja. "Ada belasan orang yang diundang sosialisasi," imbuhnya.

Menurutnya, penolakan itu karena adanya kekhawatiran warga sekitar. Apabila benar-benar dibangun bisa beresiko towet ambruk. "Misalnya kalau ada angin kencang nanti takut roboh. Apalagi saat musim hujan dan angin," tandasnya.

Warga lainnya, Wawan juga menolak pendirian tower tersebut. Meski bukan warga RT 3, namun rumahnya berdekatan dengan tower itu. "Memang sebagian warga yang tinggal di RW 13 menolak pendirian tower itu," jelasnya. 

(rt/kan/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia