Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Blitar

Komisi I DPRD Kota Blitar Aktif Lakukan Pengawasan

03 Desember 2019, 08: 55: 46 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

CEK LANGSUNG: Anggota komisi mengecek bangunan RSUD Mardi Waluyo di lantai 3.

CEK LANGSUNG: Anggota komisi mengecek bangunan RSUD Mardi Waluyo di lantai 3. (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Komisi I DPRD Kota Blitar terus meningkatkan fungsi kerja sebagai pengawas maupun penyalur aspirasi rakyat. Sejumlah program kegiatan dilakukan baik secara internal maupun eksternal.

Beberapa minggu terakhir ini, komisi yang membidangi kesehatan dan pendidikan itu melakukan sidak ke lapangan. Anggota dewan itu ingin mengetahui secara langsung permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Beberapa waktu lalu, anggota komisi I turun ke RSUD Mardi Waluyo. Dewan langsung menuju ruang rawat inap kelas 3 di rumah sakit pelat merah itu. Komisi I ingin melihat langsung bagaimana kondisi infrastruktur dan pelayanannya kepada pasien. Terutama kepada pasien peserta BPJS Kesehatan.

PUAS: Pasien BPJS Kesehatan mengaku puas atas pelayanan medis di RSUD Mardi Waluyo.

PUAS: Pasien BPJS Kesehatan mengaku puas atas pelayanan medis di RSUD Mardi Waluyo.

Hasilnya, sejumlah pasien peserta BPJS Kesehatan mengaku puas dengan pelayanan medis di RSUD Mardi Waluyo. Rumah sakit tetap memberikan pelayanan terbaik kepada pasien BPJS Kesehatan baik itu kelas 1, 2 maupun kelas 3. "Perlu pembenahan AC (air conditioner, Red) yang tidak berfungsi maksimal," kata Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar Said Nofandi.

Said mengatakan, meskipun ruang rawat inap kelas 3 sudah dilengkapi dengan AC akan tetapi tidak berfungsi maksimal. AC menyala tetapi tidak mengeluarkan udara dingin. "Kami sudah tanyakan permasalahan ini langsung ke direktur rumah sakit. Katanya, memang kondisi AC tidak semua berfungsi maksimal. Tapi rumah sakit terus lakukan pemeliharaan," terangnya. 

Selain itu, anggota komisi I juga mengecek sejumlah ruangan lainnya. Termasuk mengecek proyek pembangunan ruang tambahan pelayanan hemodialisa atau cuci darah. 

Sementara itu, mulai Senin kemarin (2/12) anggota komisi I melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Bali. Kunker dilakukan selama tiga hari. "Di sana kami melihat dan belajar mengenai pelayanan BPJS Kesehatan. Kami berkunjung ke kantornya di Gianyar. Kami ingin mengetahui kondisi pelayanan di sana," terangnya.

Meskipun mengalami kasus yang sama seperti di sejumlah daerah lainnya, yaitu ada tunggakan BPJS Kesehatan di rumah sakit, namun di Gianyar kondisi tidak separah seperti di daerah lain. "Di sini tidak sampai nunggak berbulan-bulan. Makanya kami ingin belajar bagaimana sistem kerjanya," ujar politisi PDIP ini.

Dia mengatakan, hasil kunker yang diperoleh nantinya akan dibahas di internal. Rencananya, pada 5 Desember nanti, komisi I mengundang instansi terkait untuk membahasnya bersama. "Apa yang baik di sana bisa diterapkan di sini. Yang pasti kunker ini sebagai bahan evaluasi," tandasnya. (sub/din) 

(rt/kan/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia