Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Dukung UMKM Naik Kelas, BRI Beri Pelatihan kepada 10.000 Pelaku UMK

03 Desember 2019, 18: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

BINAAN: UMKM Tulungagung saat mendapatkan pelatihan oleh BRI di Hall Crown Victoria Hotel kemarin (3/12).

BINAAN: UMKM Tulungagung saat mendapatkan pelatihan oleh BRI di Hall Crown Victoria Hotel kemarin (3/12). (YOS AHADRE/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmen untuk menjadi penggerak ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM di seluruh Indonesia. Yang terbaru, melalui program CSR BRI Peduli, Bank BRI menggelar pelatihan kepada 10.000 UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pemimpin Wilayah BRI Malang menjelaskan, program pelatihan ini diselenggarakan di 100 lokasi dengan masing-masing 100 peserta. “Khusus untuk Kantor Wilayah BRI Malang, pelatihan dilakukan di 8 (delapan) lokasi dengan total 800 peserta,” imbuhnya. Pelatihan ini diselenggarakan Bank BRI untuk meningkatkan kapabilitas UMKM untuk go modern, go digital, go online, dan go global.

Dalam program tersebut, UMKM akan mendapatkan pelatihan terkait administrasi dan manajemen keuangan, pelatihan terkait e-commerce, akses informasi terhadap permodalan, hingga info pasar. “Program ini diikuti oleh pelaku UMKM, termasuk para UMKM cluster unggulan daerah, selain itu acara ini juga diikuti oleh BUMDes,” imbuh Agus Suprihanto.

Pelatihan 10.000 UMKM ini merupakan salah satu program CSR BRI yang digelar dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun ke-124 BRI yang jatuh pada 16 Desember 2019 mendatang. Program CSR lain yang digelar Bank BRI di antaranya pembangunan/perbaikan 200 rumah tidak layak huni, program padat karya 50 lokasi, serta konservasi kawasan sungai di 19 wilayah.

“Melalui berbagai program CSR yang digelar dalam rangka HUT ke-124, Bank BRI menunjukkan komitmen menjalankan peran sebagai agent of development sehingga kehadirannya semakin memberikan kontribusi yang lebih besar pada ekonomi kerakyatan yang dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup,” pungkas Agus Suprihanto. (*)

(rt/dre/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia