Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Kecaduan Video Porno, Ayah Gauli Anak Tiri

03 Desember 2019, 18: 47: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

KARENA NAFSU : TWB saat dibawa kembali ke sel tahanan Mapolres Tulungagung, Senin (2/12)

KARENA NAFSU : TWB saat dibawa kembali ke sel tahanan Mapolres Tulungagung, Senin (2/12) (Siti Nurul lailil m/ratu)

KOTA, RADAR TULUNGAGUNG - Kelakuan TWB, warga Kecamatan Tulungagung Kota, ini benar-benar bejat. Bukannya melindungi dan menyayangi anak tirinya, pria berusia 33 tahun itu malah bertindak sebaliknya. Dia tega menyetubuhi Melati (bukan nama sebenarnya) yang masih berusia 15 tahun. Bahkan perbuatan itu sudah dilakukan pelaku sejak Melati duduk di bangku kelas V SD.

  Informasi yang berhasil dihimpun koran ini, TWB terakhir menggauli Melati pada Rabu (27/11) lalu. Saat itu, Melati yang sudah mengenakan seragam dan hendak berangkat sekolah, tiba-tiba dipanggil TWB untuk naik ke lantai dua rumahnya. Di lantai dua itulah, TWB melampiaskan nafsu bejatnya. Melati yang berada di bawah ancaman, tak berdaya hingga akhirnya terpaksa melayani ayah tirinya.

"Jadi korban (Melati) ini diancam. Jika tidak mau melayani pelaku, akan menceraikan ibunya," ucap Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia saat rilis kemarin

 Dia menjelaskan, aksi bejat itu telah dilakukan pelaku sejak 2015 lalu. Saat itu, korban awalnya hanya diciumi dan diraba-raba bagian sensitif ketika tidur. Namun, lama kelamaan TWB berbuat lebih nekat, yakni mengajak berhubungan layaknya suami istri. Apalagi, pelaku memanfaatkan rumahnya yang sepi, karena ibu Melati tengah menjalani pengobatan jiwa.

 "Korban ini sudah digauli tiga kali. Pertama, saat masih kelas 6 SD. Kedua Senin (25/11), dan terakhir Rabu (27/11) lalu," jelasnya

 Korban tak bisa menolak aksi bejat ayah tirinya, selain diancam ibunya akan diceraikan, juga ingin menjaga kesehatan jiwa ibunya agar tidak kambuh. Sebab, korban yang pernah menolak hingga bertengkar dengan ayah tirinya, membuat kesehatan jiwa ibunya kambuh dan harus dirawat kembali ke rumah sakit jiwa.

"Ibunya ini sudah mengalami sakit jiwa sejak SMA. Dan selama ini, ibunya nggak mengetahui. Sempat dirayu akan berhubungan seks bertiga dengan ibunya, namun khawatir kambuh, korban menolak," jelas Pandia

Keberanian Melati menceritakan hal yang dialaminya kepada salah satu guru bimbingan konseling (BK), membuat aksi bejat ayah tirinya terbongkarnya. Guru BK yang mencurigai korban terus murung di sekolah beberapa hari terakhir, berusaha mencari tahu apa yang sedang dihadapi Melati, hingga sikapnya berubah drastis. Saat dikonseling itu, Melati terang-terangan membeberkan perbuatan bejat pelaku yang sudah menggaulinya. Guru yang mendengarkan curhatannya pun kaget. Tak ingin buang waktu, pihak sekolahpun langsung memanggil bibi Melati untuk mengambil sikap atas kejadian yang menimpa keponakannya. Tak terima atas perbuatan pelaku, bibinya pun lantas melaporkannya ke pihak berwajib.

 "Kami akan terus dalami kasus ini. Dari pengakuan pelaku, dia melakukan tersebut karena nafsu dan sering melihat video porno," tambahnya

 Atas perbuatannya, pria yang berprofesi sebagai pengusaha laundry, ini bakal dijerat pasal 76 D Jo pasal 81 ayat (1) (2) (3) dan pasal 76E Jo pasal 82 ayat (1) (2) UURI Nomor 23 tahun 2002, sebagaimana diubah dengan UURI Nomor 35 tahun 2014, sebagaimana diubah dengan UURI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

 "Karena pelaku adalah orang dekat korban, yakni ayah tiri maka hukuman pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana seperti yang tercantum pada pasal 81 (3), dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud ayat (1) dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik atau lembaga kependidikan," tandasnya. (*)

(rt/lai/dre/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia