Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Peringati Hari Disabilitas Internasional

Bangun Kebijakan-Infrastruktur Ramah Difabel

04 Desember 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

KEREN: Bupati Trenggalek Mas Ipin menyerahkan piala kepada seorang siswa difabel di Pendapa Manggal Praja Nugraha, Selasa (3/12)

KEREN: Bupati Trenggalek Mas Ipin menyerahkan piala kepada seorang siswa difabel di Pendapa Manggal Praja Nugraha, Selasa (3/12) (Henny Surya Akbar Purna Putra/RATU)

KOTA, Radar Trenggalek – Peringatan Hari Disabilitas Internasional digelar di Pendapa Manggala Praja Nugraha kemarin (3/12). Sedikitnya, ada 400 peserta difabel berkumpul di jantung Kota Keripik Tempe. Peserta itu merupakan perwakilan dari sekolah luar biasa (SLB). Tak sedikit, para difabel menunjukkan kerajinan tangan hingga membuat Bupati Trenggalek H Mochamad Nur Arifin terkesima. "Alhamdulillah banyak yang punya karya keren, termasuk produktif, juga membuat kerajinan," sanjung Arifin.

Pria yang kerap disapa Mas Ipin itu mengaku, selain menikmati beberapa kerajinan tangan para difabel, pihaknya juga melihat talenta-talenta yang ada. Seperti saat mengikuti perlombaan catur, mewarnai, menggambar, dan lain-lain. "Kita ingin Trenggalek jadi ruang yang nyaman bagi semua orang. Seperti kita ini, manfaatnya bukan hanya buat temen-temen difabel. Tapi buat kita pemangku kepentingan, harusnya lebih empati. Tahu apa yang mereka butuhkan," ujarnya.

Dia melanjutkan, adanya kegiatan itu pun, Mas Ipin berkomitmen membuat kebijakan dan membangun infrastruktur yang ramah difabel. Seperti rumah perempuan maupun pondok pesantren. "Salah satunya, kita memastikan mulai perencanaan, apa yang mereka butuhkan terakomodasi. Kita sudah punya Musrena Keren, kemudian kita punya akademi buat mereka. Beberapa gangguan mental kita kerja sama dengan pondok pesantren, kita bikinin rumah," kata dia.

HASIL KARYA PARA DIFABEL: Bupati Trenggalek bersama kapolres dan pejabat menunjukkan kerajinan tangan dari siswa SLB.

HASIL KARYA PARA DIFABEL: Bupati Trenggalek bersama kapolres dan pejabat menunjukkan kerajinan tangan dari siswa SLB. (Henny Surya Akbar Purna Putra/RATU)

Di sisi lain, Mas Ipin pun turut berterima kasih kepada semua pihak yang selama ini aktif dalam gerakan pendamping disabilitas. Mereka, kata dia, adalah orang-orang terdepan bagi terwujudnya Trenggalek sebagai ruang inklusif.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Trenggalek dr Ratna Sulistyowati menjelaskan, jumlah difabel di Trenggalek sekitar 5.000 orang. Trenggalek punya program besar dalam mewujudkan ruang inklusif, yakni Rumah Perempuan. Itu adalah wadah untuk menampung pemikiran dari para perempuan, disabilitas, dan kelompok rentan. "Tugas kami (dinsos, Red) adalah melindungi dan menjamin mereka secara menyeluruh," tutur dia.

Dalam seminar di peringatan Hari Disabilitas Internasional itu, dihadirkan aktivis disabilitas Mukhanir Yasin Yusup. Dia adalah difabel rungu yang sering menyampaikan pandangan dari tiap kegiatan. Menurut dia, orang tua berperan besar dalam pendampingan difabel. "Kuncinya ada di orang tua," tegasnya. (*)

(rt/dre/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia