Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Gara-Gara Konsumsi Tablet Tambah Darah, Siswi Mual

04 Desember 2019, 11: 16: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

ADA YANG MUAL: Guru pembina OSIS Rita Yusdiana menjelaskan tujuan pemberian tablet tambah darah pada siswi kelas X.

ADA YANG MUAL: Guru pembina OSIS Rita Yusdiana menjelaskan tujuan pemberian tablet tambah darah pada siswi kelas X. (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Seluruh siswi SMP dan SMA/SMK diwajibkan minum suplemen penambah darah. Itu merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting. Namun sayang, tak semua siswi bisa mengonsumsinya dengan teratur. Pasalnya, ada sejumlah siswi penerima suplemen atau tablet penambah darah mengalami gatal-gatal, mual, dan pusing setelah meminumnya.

 Seperti yang diungkapkan guru pembina OSIS bidang jasmani, kesehatan, dan gizi SMAN 1 Tulungagung, Rita Yusdiana. Dia mengatakan, pihak sekolah rutin memberikan tablet penambah darah ke seluruh siswinya yang berjumlah 421 orang. Biasanya, pemberian tablet tersebut setiap hari Rabu. Dalam pengelolaannya, pihaknya melibatkan kader kesehatan dan pengurus kelas. Dengan begitu, siswi yang mengonsumsi tablet penambah darah bisa lebih terawasi.

"Ada laporannya sehingga kami bisa monitoring. Misal mereka minum, kemudian mereka centang bagian kolom M (minum) ini," jelasnya

 Dari lima kali pemberian tablet penambah darah ini, ungkap Rita, ada sejumlah siswa terpaksa harus stop mengonsumsi penambah darah tersebut. Sebab, ada yang mengeluh mual dan pusing. Bahkan ada yang mengalami gatal-gatal. Untuk tindak lanjutnya, pihak sekolah akan melaporkan ke pihak petugas kesehatan dari puskesmas setempat.

 "Jumlahnya saya belum tahu persis. Tapi ada kok siswa yang mengalami itu. Mungkin karena efek sampingnya," jelasnya

 Sementara itu, Kasi Farmasi dan Perbekalan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung Masduki menjelaskan, setiap obat punya respons beda terhadap tubuh seseorang. Maka, setiap minum obat harus ada perhatian. Bila timbul alergi, segera dihentikan. Tapi untuk tambah darah dengan komposisi yang baru, yakni Fe Fumarat dan asam folat, jarang terjadi efek samping mual dan lainnya. Karena efek mualnya sudah dihilangkan.

"Ya kalau ada siswi yang ternyata responsnya seperti itu, sebaiknya dihentikan," jelasnya

 Masduki mengatakan, jika konsumsi penambah darah itu berlebih, bisa jadi muncul efek samping seperti sakit otot punggung, selangkangan, dada, dan perut. Juga menggigil, pusing, dan sakit kepala. Bisa juga pingsan, jantung berdebar, demam dengan berkeringat deras, penurunan fungsi indra pengecap, lidah terasa asam karat (metallic taste), dan lainnya. Namun dalam upaya pencegahan stunting ini, remaja putri dianjurkan minum seminggu sekali. Sehingga efek samping tersebut tidak mungkin terjadi.

 "Maksud pemberian tablet tambah darah atau TTD untuk remaja putri ini kan mengganti darah yang keluar karena menstruasi. Sehingga siswi tidak lesu, tetap bisa fokus, dan konsentrasi saat belajar. Selain itu, mencegah terjadinya anemia. Untuk jangka panjang, menyiapkan para siswi ini menjadi calon ibu yang bebas dari anemia," pungkasnya. (*)

(rt/lai/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia