Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Features
Anak Berkebutuhan Khusus Tampilkan Seni

Lipat Gandakan Kesabaran dan Ketelatenan saat Melatih

04 Desember 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

KOMPAK : Eman murid sedang menampilkan sebuah tarian beregu.

KOMPAK : Eman murid sedang menampilkan sebuah tarian beregu. (DharaR Perdana/Ratu)

Anak berkebutuhan khusus (ABK) sebenarnya tidak jauh berbeda dengan anak pada umumnya. Mereka juga bisa melakukan berbagai aktivitas, tak terkecuali urusan seni. Hal inilah yang ditunjukkan siswa SLB PGRI Gondang pada peringatan Hari Disabilitas Internasional, kemarin.

DHARAKA R. PERDANA, Gondang, Radar Tulungagung

Panas musim kemarau begitu menyengat kulit ketika Koran ini menginjakkan kaki di halaman Komando Rayon Militer (Koramil) Gondang, kemarin. Namun, itu tidak menyurutkan semangat sekelompok anak yang ternyata siswa SLB PGRI Gondang. Secara bergantian, mereka unjuk kebolehan di depan orang tua atau wali murid.

Setiap kali penampilan selesai, tepuk tangan selalu bergema dari hadirin. Sama sekali tidak terlihat jika mereka sebenarnya ABK, yang kemarin memang memperingati Hari Disabilitas Internasional. Peringatan ini bertujuan untuk mengembangkan wawasan masyarakat mengenai persoalan yang terjadi dengan kehidupan para penyandang disabilitas. “Kami bangga atas apa yang ditampilkan anak didik kami,” kata Kepala SLB PGRI Gondang, Ardatik Yuliati.

 Menurut dia, mempersiapkan anak didik untuk menampilkan kebolehan di atas panggung memang bukan perkara gampang. Apalagi semuanya merupakan ABK, yang kemampuannya tidak bisa disamakan dengan anak pada umumnya. Jika biasanya satu dua kali latihan bisa menguasai, seorang ABK belum tentu bisa. “Harus melipatgandakan kesabaran dan ketelatenan saat melatih mereka. Untuk melatih satu gerakan saja membutuhkan waktu cukup lama,” tambahnya.

 Datik, sapaan akrabnya melanjutkan, dia dan seluruh guru memang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh anak didik. Ada yang menari, membaca puisi, dan sebagainya. Pendek kata, semua kemampuan yang dimiliki anak didik ditampilkan di hadapan orang tua. “Apa yang mereka bisa, tentu ditampilkan agar orang tua merasa bangga,” ujarnya.

 Sementara itu, Danramil Gondang Kapten Inf. Khoirur Rohim, dalam sambutannya berharap seluruh siswa kelak bisa meraih cita-cita. Apalagi dia yakin setiap anak memiliki kemampuan istimewa. Tentu semua membutuhkan bimbingan seluruh tenaga pendidik maupun orang tua.

 Di samping itu, pihaknya mendukung acara tersebut dan dibuktikan dengan memanfaatkan halaman koramil. “Semoga semua bisa meraih cita-cita,” jelasnya.

 Keharuan pun menyeruak tatkala seorang siswa penyandang tunadaksa membaca sebuah puisi pendek. Dilihat dari liriknya, itu merupakan ungkapan isi hati mereka. Mereka tidak ingin dikasihani, tetapi tetap diorangkan sebagaimana anak pada umumnya. (*)

(rt/rak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia