Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

20.758 Orang Tak Punya E-KTP

05 Desember 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

HANYA SEMENTARA: Pegawai dispendukcapil melayani masyarakat yang mengurus e-KTP, yang kini keberadaannya digantikan suket.

HANYA SEMENTARA: Pegawai dispendukcapil melayani masyarakat yang mengurus e-KTP, yang kini keberadaannya digantikan suket. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Masyarakat Bumi Menak Sopal yang ingin memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) harus bersabar. Pasalnya, hingga kemarin (4/12) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Trenggalek, selain belum bisa memastikan kapan pengadaan blangko dilakukan, juga tidak semua surat keterangan (suket) perekaman e-KTP bisa dicatat.

Hal itu karena suket belum bisa dipastikan ketunggalan datanya. Mengingat jika ada masyarakat Trenggalek yang perekaman, bisa langsung memiliki suket tersebut. Sedangkan proses percetakan e-KTP harus melalui verifikasi dahulu oleh pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendari) terkait ketunggalan datanya. Setelah dipastikan ketunggalan datanya, maka Kemendagri memasukkan data tersebut dalam print ready record (PRR) untuk dilakukan percetakan. "Makanya data perekaman yang bisa dilakukan percetakan yang ditetapkan sebagai PRR. Jadi tidak semua suket yang dibawa masyarakat bisa dinyatakan sebagai PRR karena sistemnya seperti itu," jelas Kepala Dispendukcapil Trenggalek Joko Wasono.

Dia melanjutkan, terkait suket yang dikeluarkan dispendukcapil mulai Juni, hingga kemarin tercatat sedikitnya ada 20.758 lembar. Jumlah tersebut terus bertambah, mengingat rata-rata ada 150 permohonan e-KTP, baik baru maupun perubahan elemen data. "Kendati hanya berbentuk suket, seperti sebelumnya, bisa digunakan layaknya e-KTP yang asli untuk mengurus berbagai keperluan," katanya.

Tak ayal, belum tersedianya blangko e-KTP yang asli membuat animo masyarakat untuk pengurus jika ada perubahan identitas pada e-KTP sedikit rendah. Hal itu dibuktikan ketika dispendukcapil melayani jemput bola, ada masyarakat yang mengurungkan niatnya untuk memperbarui e-KTP karena blangko belum ada. Kendati demikian, dispendukcapil terus sosialisasi terkait hal tersebut.

Mengenai mengapa produksi blangko di Kemendagri sering terlambat, dispendukcapil tidak mengetahui pasti. Kemungkinan karena perencanaan kurang matang. Yakni terkait perkiraan jumlah yang mengurus e-KTP. Sebab, jumlah pengadaan blangko e-KTP kini untuk pemegang e-KTP baru, tanpa memperhitungkan kepengurusan peemegang e-KTP lama rusak atau ada perubahan elemen data. Seperti pindah domisili, status perkawinan, dan sebagainya. "Belum ada perubahan regulasi tentang hal ini. Jadi jika ada informasi blangko telah siap, kami akan ke Jakarta untuk mengambilnya," jelas mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Trenggalek ini. (*) 

(rt/zak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia