Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Uang Arisan Tak Jelas, Anggota Ngamuk

06 Desember 2019, 06: 39: 48 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

KARENA KESAL : Petugas Polres Tulungagung sedang olah TKP perusakan rumah yang dilakukan peserta arisan piauw, kemarin.

KARENA KESAL : Petugas Polres Tulungagung sedang olah TKP perusakan rumah yang dilakukan peserta arisan piauw, kemarin. (HUMAS POLRES TULUNGAGUNG FOR RATU)

CAMPURDARAT, Radar Tulungagung — Ketenangan warga Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, terusik pada Rabu (4/12) malam sekitar pukul 22.00 lalu. Itu terjadi setelah belasan peserta arisan piauw yang mendatangi rumah Sukilan di desa setempat, berbuat anarkis dengan merusak kaca jendela hingga pecah. 

 Mereka melakukan aksi tersebut, lantaran kesal karena Sukilan sebagai pimpinan arisan piauw tiba-tiba menghilang. Dia diduga kabur dengan membawa uang anggota arisan yang totalnya  besarannya mencapai miliaran.

 Informasi yang berhasil dihimpun koran Koran ini, perusakan tersebut bermula dari kedatangan anggota arisan yang ingin menagih uang arisan. Tapi sesampai di lokasi, para peserta tidak dapat menemui Sukilan, hanya ditemui dua anaknya, yaitu Pujianto dan Alip. Namun, keduanya menganggap urusan arisan merupakan urusan ayahnya dan tidak ada sangkut-pautnya dengan anaknya. 

Sudah kesal tak bisa menemui Sukilan, mereka semakin marah mengetahui bahwa mobil Toyota Innova milik Sukilan telah dijual. Mereka lantas melampiaskan kemarahannya dengan melempar bebatuan ke arah rumah, hingga jendela rumah Sukilan pun pecah. Mengetahui itu, polisi dan perangkat desa berusaha meredam amarah anggota arisan. Mereka (para peserta arisan, Red) dan kedua anak Sukilan diajak berdialog ke kantor desa guna memutuskan langkah yang diambil. 

 Kasatreskrim Polres Tulungagung , AKP Hendi Septiadi saat dikonfirmasi mengatakan, perusakan itu terjadi lantaran anggota arisan kesal tak dapat menemui Sukilan. Makanya, dalam dialog tersebut pihaknya meminta para anggota arisan piauw untuk tidak mudah terprovokasi dan berbuat anarkis seperti kemarin. Apalagi, petugas juga sudah menindaklanjuti aduan yang disampaikan anggota arisan beberapa waktu lalu. "Jangan sampai niatnya ingin menyelesaikan masalah, malah timbul masalah baru," jelasnya

 Karena arisan dijalankan dengan azaz asas kekeluargaan, maka Hendi mengupayakan ditempuh dengan restorative justice atau penyelesaian di luar jalur hukum. Sehingga dalam dialog kemarin, peserta arisan dijelaskan prosesnya dan meminta keluarga Sukilan lebih kooperatif untuk membantu penyelidikan petugas. 

 "Sebenarnya hasil dialog ini mengarah ke kekeluargaan. Makanya penyelesaiannya ya Sukilan ini harus cepat pulang menjelaskan duduk perkaranya. Agar bisa segera mendapat solusinya," tambahnya

Sementara itu, Kapolsek Campurdarat Tulungagung, AKP Maga Fidri Isdiawan mengaku, sudah meminta peserta arisan untuk tidak mengulangi perbuatan anarkis seperti perusakan kemarin. Dan rRencananya, secepatnya mereka akan bertanggung jawab dengan mengganti rugi kaca yang pecah.

"Kami upayakan mediasi (kekeluargaan). Dan ini mau diganti kaca yang pecah mau diganti oleh pengikut arisan,” tambahnya.

 Oddo, salah satu peserta arisan mengatakan, peserta arisan seperti dia hanya menginginkan Sukilan yang sudah menghilang dua bulan segera kembali pulang. Kemudian merundingkan untuk pengembalian uang arisan kepada para anggota.

"Ya inginnya dia pulang dulu lah. Masalah hukumnya saya nggak tahu perdata atau pidana. Penting dia pulang," tegas warga Desa Duwet, Kecamatan Campurdarat ini.

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia