Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Jangan Tergantung Pupuk Kimia

06 Desember 2019, 06: 49: 11 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

BERALIH KE PUPUK ORGANIK : Seorang petani di Trengglek masih tergantung dengan pupuk kimia.

BERALIH KE PUPUK ORGANIK : Seorang petani di Trengglek masih tergantung dengan pupuk kimia. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Trenggalek harus merubah mengubah pola pikir petani di wilayahnya. Pasalnya, hingga kemarin (5/12), ) mayoritas petani mengandalkan pupuk kimia bersubsidi untuk memupuk tanamannya.

Hal tersebut membuat petani seperti ketergantungan terhadap pupuk bersubsidi untuk merawat tanamannya. Tak ayal, karena itu, ketika musim tanam tiba, menyebabkan pupuk kimia bersubsidi menjadi langka. Sehingga petani harus merogoh koceknya lebih dalam lagi untuk membeli pupuk kimia dari luar daerah, t. Tentunya tanpa subsidi. "Hal itu bukan tidak hanya terjadi di wilayah Trenggalek, tapi terjadi juga di penjuru tanah air, m. Mengingat kemampuan pemerintah dalam menyediakan pupuk kimia bersubsidi sangatlah terbatas," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispertapan Trenggalek Agung Sudjatmiko.

Dia melanjutkan, dengan demikian, petani menganggap ketika musim tanam tiba, terjadi kelangkaan pupuk, m. Mengingat pupuk kimia non subsidi tersedia dengan harga nya mahal,  dan tidak terjangkau petani. Dari situ, Dispertapan dispertapan mencoba terus sosialisasi kepada petani agar bisa meninggalkan ketergantungannya terhadap pupuk kimia. "Dari situ kini kami mencoba memberi pemahaman kepada petani agar mau dan bisa membuat pupuk sendiri, yaitu pupuk organik," tuturnya.

Sehingga sSelain hal tersebutitu lebih ekonomis, penggunaan pupuk organik juga bisa memperbaiki unsur hara dalam tanah. Sebab, pemakaian pupuk kimia terus terus-menerus bisa berakibat keasaman tanah menjadi tinggi, juga serta tanah semakin keras dan sulit diolah. Sehingga ditakutkan jika petani terus terus-menerus menggunakan pupuk kimia tersebut, ditakutkan lahan pertaniannya semakin rusak.

Dari situ, diharapkan petani bertahap menghilangkan kebiasaannya menggunakan pupuk kimia dan beralih ke pupuk organik. Mengingat penggunaan pupuk kimia tersebut sangat sulit untuk ditinggalkan. "Makanya sedikit demi sedikit kami berharap petani di sini menggunakan pupuk organik yang dibuat sendiri, a. Apalagi proses pembuatannya cukup mudah dan murah sebab karena menggunakan limbah yang tak terpakai," jelas Asisten asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Trenggalek ini.  

(rt/zak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia