Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Features

Cerita Orang Tua MSA, Bayi 26 Hari yang Diculik Tetangganya

06 Desember 2019, 08: 53: 24 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

KELUARGA BAHAGIA: Ortu MSA bersyukur MSA dapat ditemukan kembali.

KELUARGA BAHAGIA: Ortu MSA bersyukur MSA dapat ditemukan kembali. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

Ahmad Rozikin dan Siti Komariyah tak memiliki firasat apa pun ketika MSA (anaknya, Red) tiba-tiba hilang pada Rabu (4/12) lalu sekitar pukul 05.00. Kedua oOrang tua MSA pun sempat menanyakan keberadaan anaknya ke beberapa orang pintar atau dukun. Dia pun sempat percaya kalau anaknya digondol makhluk halus.

Peristiwa MSA yang sempat dikabarkan hilang masih menjadi buah bibir sebagian warga Dusun Buret, Desa Buluagung, Kecamatan Karangan. Warga masih bertanya-tanya tentang peristiwa yang menimpa bayi berusia 26 hari itu. Mereka juga tidak percaya orang yang menculik MSA adalah tetangganya sendiri.

 Sebelum terungkapnya kasus penculikan MSA terungkap, keluarga dan warga setempat meyakini bahwa bayi laki-laki tersebut digondol makhluk halus. Pihak keluarga pun sempat menanyakan keberadaan anaknya kepada orang pintar atau dukun. Siapa sangka, dari empat orang dukun yang mereka datangi, ternyata semua membenarkan kalau MSA digondol makhluk halus. 

 Namun, ke empat orang pintar tersebut tidak mau memberikan informasi secara detail tentang keberadaan MSA. TapiNamun, sebenarnya ada juga paranormal yang memberikan potongan informasi, jika MSA dibawa orang yang kabur. "Ada yang menanyakan ke paranormal jika yang membawa MSA itu orang," ungkap Sukarti, nenek MSA.

 Dari beberapa saran paralel tersebut, mereka menyarankan untuk menaruh beberapa benda-benda ritual, salah satunya kemenyan. "Ada yang ditaruh di luar, ada juga yang ditaruh di dalam kamar," ujarnya.

 Di sisi lain, Ahmad Rozikin mengaku tidak memiliki firasat sama sekali, sebelum MSA hilang. Hanya saja, ada yang mengganjal pada dirinya sebelum kejadian itu. Yakni, pPagi itu dia sama sekali tidak mendengar azan Subuh. Padahal, sebelum-sebelumnya dia selalu menunaikan salat Subuh. "Saya seperti kena sirep, b. Biasanya saya dengar azan Subuh. Tapi waktu itu saya tidur dan tidak mendengar suara apa pun," ungkapnya.

 Hal yang sama juga dirasakan Siti Komariah, istrinya, yang juga tidak memiliki firasat apa pun. Padahal, sebelumnya dia menyusui MSA, kemudian memasukkan anaknya ke keranjang bayi yang diletakkan di tengah. Namun ketika peristiwa itu terjadi, istrinya juga tidak mendengar suara apa pun, atau melihat ada orang yang memasuki kamarnya. "Istri saya juga tidak punya firasat sebelum kejadian itu," katanya.

 Kendati demikian, pihak keluarga bersyukur MSA dapat ditemukan kembali. Mereka berterima kasih kepada warga dan polisi yang telah membantu menemukan MSA. "Alhamdulillah, MSA bisa ketemu lagi. Bisa kumpul dengan keluarga. Ini anak pertama kami," ujarnya.

(rt/pur/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia