Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Lama di Gudang, 3 Ribu Ton Beras Rawan Rusak

06 Desember 2019, 16: 33: 38 WIB | editor : Andrian Sunaryo

MASIH BAIK : Petugas gudang sedang mengecek stok beras tahun 2018.

MASIH BAIK : Petugas gudang sedang mengecek stok beras tahun 2018. (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

BOYOLANGU, Radar Tulungagung - 3 ribu ton beras Bulog Tulungagung terancam mengalami penurunan mutu. Sebab, beras cadangan pemerintah (BCP) itu merupakan stok beras 2018 yang tertunda didistribusikan karena adanya penghapusan program bantuan rastra. Agar tidak merugi, pihak Bulog akan memilah beras tersebut, kemudian dipasarkan melalui operasi pasar (OP). 

Wakil Pimpinan Bulog Cabang Tulungagung Eri Nurul Hilal mengatakan, stok beras yang disimpan Bulog kini sebanyak 16 ribu ton. Secara keseluruhan, kondisi stok beras terbilang baik dan tidak masuk kategori disposal (beras rusak). Namun, dari 16 ribu ton stok tersebut, 3 ribu ton di antaranya merupakan stok beras 2018, hasil penyerapan dari April hingga September yang rencananya digunakan untuk program bantuan rastra 2019. Tapi karena program bantuan rastra dihapus, maka 3 ribu ton tersebut gagal keluar dari gudang. “Yang 2018 itu juga masih baik dan layak konsumsi. Tapi kalau terus disimpan ya berisiko penurunan mutu. Seperti rapuh, berdebu, dan lainnya,” katanya.

Agar tidak rugi dari ancaman penurunan mutu, pihak Bulog akan menggenjot penjualan dengan memasarkan beras stok 2018 ke pasaran melalui operasi pasar. Dia mengatakan, beras-beras yang dijual melalui operasi pasar selama ini memiliki kualitas baik. Termasuk juga beras stok 2018. Sebab, sebelum didistribusikan, beras-beras tersebut dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Misalnya dengan di-blower dengan mesin tertentu untuk menghilangkan debu atau dengan menggunakan alat pemilah beras. “Kami meyakini orang-orang itu tahu dan sudah hafal mana beras yang baik atau tidak. Makanya kita jual beras-beras yang berkualitas,” jelasnya

Eri mengklaim stok beras milik Bulog tersimpan dengan baik. Bahkan, perawatan berkala pun dilakukan. Misalnya, setiap 15 hari dilakukan pengecekan beras dan spraying untuk membunuh hama dan kutu. Selain itu, juga dilakukan fumigasi setiap tiga bulan sekali. Suhu dan penataan pun juga diatur agar tidak gudang tidak lembap. “Makanya secara berkala, beras-beras kami ini tidak mudah kusam, rapuh, atau bahkan masuk kategori disposal. Yakni beras rusak dengan warna yang kuning kehitaman, bau apek, dan lainnya. Jadi jangan khawatir dengan stok kami," terangnya.

Disinggung bagaimana jika ada stok beras yang disposal, jelas Eri, jika ada stok yang terindikasi penurunan mutu atau disposal saat dicek berkala tiap 15 hari sekali, maka akan segera melaporkan hal tersebut ke perusahaan atau pusat. Itu untuk menentukan langkah apa yang nanti diambil oleh pusat karena kewenangan milik pusat. (*)

(rt/lai/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia