Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Serangan Hama Kategori Ringan, Tak Membuat Petani Gagal Panen

07 Desember 2019, 09: 47: 12 WIB | editor : Andrian Sunaryo

AMAN: Seorang petani merawat sawahnya di Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek, beberapa waktu lalu.

AMAN: Seorang petani merawat sawahnya di Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek, beberapa waktu lalu. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama dalam kurun waktu 11 bulan lalu masih kategori ringan. Dinas terkait pun menilai kalau serangan OPT menurun pada 2019 ini. Terindikasi dari nilai rerata serangan hama, hanya sebatas 1,4 hektare (ha) lahan padi di seluruh wilayah Bumi Menak Sopal. "Kalau meninjau luasan tanam padi yang masih 890 ha, serangan itu masih kategori ringan," ungkap Koordinator Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dispertan Kabupaten Trenggalek Sumadi saat ditemui Jumat (6/12).

Sumadi menyebutkan, nilai rata-rata itu didapatkan dari beberapa lahan yang terdampak serangan hama. Pertama, serangan hama terjadi di Kecamatan Munjungan mengakibatkan lahan padi seluas 8 ha terdampak. Kedua, luas lahan yang terdampak hama di Kecamatan Durenan mencapai 18 ha. Ketiga, 35 ha lahan padi terdampak hama di Kecamatan Gandusari. 

Dia melanjutkan, setiap lahan yang terdampak hama memiliki nilai serangan. Setiap serangan memiliki rentang nilai 0,3-1 ha. Nilai itu pun nantinya menghasilkan rata-rata serangan OPT di Trenggalek. "Serangan itu tak membuat petani gagal panen karena masih di bawah 25 persen lahan," katanya.

Pria ramah itu pun menduga, serangan OPT menurun pada 2019 karena terjadi kemarau panjang, khususnya di Trenggalek. Indikasinya, mulai dari dasarian I sampai III pada November lalu, curah hujan masih tergolong rendah. Apalagi memasuki Desember, curah hujan pun masih minim. Padahal, bulan-bulan itu sebenarnya sudah memasuki musim penghujan, tapi ditilik dari curah hujan selama ini hanya 84 mililiter (ml) atau 3,7 hari per bulan Desember. Padahal, idealnya dapat dikatakan musim hujan kalau curah hujan sedikitnya mencapai 100 ml. "Kalau masih 84 ml, kami belum bisa mengatakan sudah tiba musim hujan. Karena itu hitungannya masih musim kemarau," ujarnya. (*)

(rt/pur/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia