Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Nelayan Kurang Sejahtera, Bakal Lelang Ikan Online

08 Desember 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

SEMOGA TANGKAPAN MELIMPAH: Nelayan di wilayah Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo, bersiap melaut.

SEMOGA TANGKAPAN MELIMPAH: Nelayan di wilayah Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo, bersiap melaut. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

WATULIMO, Radar Trenggalek - Pemkab Trenggalek harus mengambil langkah untuk mengangkat kesejahteraan nelayan di wilayahnya. Pasalnya, kendati kini tangkapan nelayan melimpah, sepertinya mereka belum bisa dikatakan sejahtera. Sebab, biaya operasional yang dikeluarkan nelayan untuk menangkap ikan kini masih terbilang besar. Selain itu, harga iklan yang relatif anjlok ketika musim panen tiba menjadi masalah utama bagi nelayan. "Makanya, dengan kondisi itu kami berusaha melakukan berbagai kerja sama dengan berbagai pihak untuk memecahkan masalah yang sering dihadapi nelayan di sini seperti itu," ungkap Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin.

Dia melanjutkan, hal itu perlu dilakukan karena selain nelayan bisa terbantu, juga bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor tersebut. Mengingat sejauh ini PAD dari sektor perikanan belum pernah menyentuh di angka Rp 500 juta. "Tahun depan target PAD dari sektor perikanan meningkat. Pastinya harus ada berbagai usaha untuk menggenjotnya," katanya.

Untuk itu, pemkab tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan swasta yang bergerak di bidang perikanan. Kemungkinan kerja sama tersebut sangat membantu nelayan. Sebab, perusahaan tersebut akan memberi bantuan pengetahuan dari sisi safety dan efisiensi. Bahkan harga jual akan terlindungi sehingga tidak akan terjadi harga yang anjlok secara signifikan. Dari situ, ada jaminan tidak ada satu pihak pun yang dirugikan mulai dari nelayan, pedagang atau tengkulak, hingga berpotensi menambah PAD yang cukup besar.

Selain itu, akan ada semacam lelang ikan secara online. Dari situ, nelayan akan langsung mengetahui berapa harga ikan hasil tangkapannya. Sehingga, harga ikan langsung diketahui sebelum nelayan balik ke daratan untuk proses bongkar muatan di tempat pelelangan ikan (TPI)."Dengan menjajaki kerja sama ini, kami yakin akan menemukan win-win solution terkait masalah yang sering dihadapi nelayan. Kami optimistis PAD tahun depan bisa mencapai miliaran rupiah," jelas Ipin, panggilannya. (*)

(rt/zak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia