alexametrics
Senin, 01 Jun 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Peran Perempuan Harus Ditingkatkan pada Revolusi Industri 4.0

10 Desember 2019, 09: 27: 14 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

MEROKET: Seminar memperingati Hari Ibu ke-91 di Pendapa Manggala Praja Nugraha bersama Novita Hardini.

MEROKET: Seminar memperingati Hari Ibu ke-91 di Pendapa Manggala Praja Nugraha bersama Novita Hardini. (HUMAS PEMKAB FOR RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Novita Hardini Mochamad menginisiasi peran perempuan bisa menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Hal itu diutarakannya saat menjadi narasumber seminar peringatan Hari Ibu ke-91 tahun 2019 di Pendapa Manggala Praja Nugraha kemarin siang (9/12). “Kami mencoba membuat acara yang isinya mengenai penguatan perempuan yang memegang posisi sentral. Seperti kepala desa, camat dan yang lainnya, semuanya hadir di sini. Kemudian juga para pengusaha yang ada di desa semuanya hadir, yang tujuannya untuk menjadi agen perubahan," ungkap Ketua Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) tersebut.

Menurut Novita,-sapaan akrabnya-, mengatakan bahwa ada beberapa paradigma di mata masyarakat yang perlu diubah. Melalui PUSPA, memiliki peran untuk mengoptimalkan peran dinas sosial (dinsos), visi-misi kepala daerah non government. Sehingga semua dapat berkumpul menjadi satu untuk konsen meningkatkan pemberdayaan manusia. “Khususnya untuk melihat peluang-peluang melalui peran perempuan. Seperti peran perempuan dalam menunjang Sepeda Keren,” ungkap istri Bupati Trenggalek ini.

Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) itu juga dapat dengan merubah paradigma tentang pernikahan dini. Menurut dia, masalah tersebut masih terjadi di kota-kota lain termasuk Trenggalek. Hal itu dapat muncul karena pernikahan dini tidak dipersiapkan matang-matang. Sehingga, bisa memunculkan persoalan baru, seperti isu stunting dan kemiskinan. “Pernikahan dini merupakan pintu permasalahan dan udara bagi kemiskinan. Karena esensi pernikahan bukan perkara halal, di dalamnya harus ada cinta dan tanggung jawab, yang mungkin belum matang pada usia-usia belia,” ungkapnya.

Namun begitu, lanjut ibu tiga putra ini, mengubah suatu paradigma memerlukan dukungan dari semua pihak seluruh elemen masyarakat. Yang salah satunya memperkuat peran perempuan, sehingga keluarga bisa lebih berkualitas. "Apa yang terjadi di Trenggalek masih sama dengan daerah lainnya. Angka stunting masih tinggi, pernikahan dini dan masih banyak yang lainnya. Masalah-masalah seperti ini perlu kita pecahkan bersama, tentunya dengan dukungan dari semua pihak," ujarnya.

Sementara Direktur Women Crisis Center Dian Mutiara Malang, Sri Wahyuningsih mengatakan bahwa peningkatan peran perempuan lebih pada kesetaraan gender. Karena wanita mempunyai peran besar dalam keluarga, bagaimana mengelola keuangan, menjaga keluarga dan masih banyak peran perempuan yang lainnya. Kesetaraan ini sesuai dengan UU Nomor 7 tahun 1984. Bahkan dalam kongres I perempuan 22/12/1928, perempuan Indonesia sudah menuntut kesetaraan, pernikahan dini, dan beberapa permasalahan perempuan lainnya. “Yang kita tuntut bukan penambahan peran perempuan melainkan kesetaraan,” ungkapnya.

Peran perempuan juga semakin sulit pada era revolusi industri 4.0. Menurut dia, banyak kejadian yang berawal perkenalan melalui sosial media dan berakhir pada pergaulan bebas pada remaja. Ini salah satu dampak negatif dari kemajuan dan membuat peran ibu semakin berat di era ini. “Ibu tidak hanya tinggi pengetahuannya melainkan juga harus besar budinya,” tandas Ningsih-sapaan akrabnya. 

Sedangkan aktivis KOMPAK, Bovi Villa menyebutkan cita-cita Pemkab Trenggalek adalah penguatan peran perempuan di tengah masyarakat, baik dalam perekonomian maupun pembangunan. Makanya Kabupaten Trenggalek telah mendirikan rumah perempuan yang isi di dalamnya ada Sepeda Keren dan Musrena Keren. Karena menurutnya bila perempuan memiliki penghasilan lebih dominan akan dikembalikan kepada keluarga.

(rt/pur/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia