Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Features

Melihat Aktivitas Lomba Kompetensi Siswa di SMK Negeri 1 Rejotangan

Siapkan Fasilitas Lengkap, Mudahkan Peserta

13 Desember 2019, 11: 28: 17 WIB | editor : Andrian Sunaryo

PRAKTIKUM: Peserta lomba kompetensi siswa sedang melakukan uji penilaian di hadapan juri di laboratorium kesehatan SMKN 1 Rejotangan.

PRAKTIKUM: Peserta lomba kompetensi siswa sedang melakukan uji penilaian di hadapan juri di laboratorium kesehatan SMKN 1 Rejotangan. (MUHAMMAD ZAKA DWI ARIFTA/RATU)

Pendidikan kejuruan menjadi poin penting dalam keberlangsungan pendidikan generasi bangsa. Melalui acara Lomba Karya Siswa SMK wilayah kerja 3 (LKS SMK Wilker 3) se-Jatim, diharapkan menjadi ajang adu mutu pendidikan dan kreativitas dalam menyiapkan generasi emas bangsa.

MUHAMMAD ZAKA DWI ARIFTA, Ngunut, Radar Tulungagung

Jarum jam menunjukkan pukul 7.00. Sejumlah guru dan siswa mulai berdatangan ke SMK Negeri 1 Rejotangan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Namun, tiga hari ini ada kegiatan berbeda selain aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut. Yakni, adanya Lomba Kompetensi Siswa SMK Wilayah Kerja 3 Jawa Timur (LKS Wilker 3 Jatim).

KOMPAK : Kabid PSMK Jatim Suhartono (tujuh dari kiri) foto bersama dengan panitia dan Kepala SMKN 1 Rejotangan Hanafi (enam dari kiri)

KOMPAK : Kabid PSMK Jatim Suhartono (tujuh dari kiri) foto bersama dengan panitia dan Kepala SMKN 1 Rejotangan Hanafi (enam dari kiri) (MUHAMMAD ZAKA DWI ARIFTA/RATU)

 Kali ini, SMK Negeri 1 Rejotangan menjadi tuan rumah LKS SMK Wilker 3 se-Jatim yang diadakan tiap tahun itu. Tiga hari ini, panitia penanggung jawab lokasi dan kepala sekolah tampak sibuk menata keperluan kompetisi bergengsi tersebut. Peserta lomba pun yang berasal dari beberapa sekolah di kabupaten/kota Wilker 3, pagi kemarin (12/12), mulai berdatangan memadati ruang tunggu kompetisi. Kemarin, salah satu kompetisinya adalah lomba keperawatan.

Penanggung Jawab Lomba Keperawatan, Lasmono mengatakan, tujuan diadakan lomba ini untuk melihat tanggung jawab peserta dalam melakukan tugasnya sebagai perawat. Seorang perawat harus mempunyai jiwa melayani dan mengasuh pasien. Di samping itu, juga harus bertutur kata dengan baik supaya segala informasi tindakannya mudah diterima pasien. Hal ini penting dilakukan karena perawat harus mempunyai kemampuan serta tindakan baik dan cepat berdasarkan ilmu bidangnya. “Setelah lewat pukul 14.00, akan diadakan evaluasi lomba terkait segala tindakan itu tadi. Hari ini (kemarin, Red) adalah hari terakhir perlombaan keperawatan,” jelasnya.

 Lasmono menambahkan, acara yang diikuti 21 SMK se-Wilker 3 Jatim ini bertempat di laboratorium kesehatan SMKN 1 Rejotangan. Pihaknya mengaku bangga karena dapat menyediakan semua fasilitas yang dibutuhkan selama perlombaan “Dari cara kami menyediakan fasilitas, tentu akan tercermin kualitas sekolah kejuruan yang unggul dan pencetak kompetensi siswa,” ujarnya.

 Dia melanjutkan, sebagai generasi penerus bangsa, sudah sepatutnya memberikan pendidikan sebaik mungkin sesuai jurusan siswa. Ini sesuai dengan tema Hari Jadi Kabupaten Tulungagung dan tujuan pendidikan nasional, bahwa penting menyiapkan generasi emas sebaik mungkin. “Karena nasib generasi bangsa ini ke depan ada di tangan siswa SMK. Jadi sudah seharusnya sebagai pendidik menyiapkan generasi penerus sebaik mungkin melalui ajang perlombaan ini,” imbuhnya.

 Khunainatus Zahro, Ketua Jurusan Keperawatan SMKN 1 Rejotangan mengatakan, perlombaan berisi praktik yang terbagi dalam tiga tahap. Tiap tahap berisi rincian tindakan pelayanan kesehatan pasien. Jadi, sudah sepatutnya memberi dampak positif dan tidak merugikan pasien. Pertama, praktik mengganti alat tidur pasien tanpa memindahkannya. Kedua, penilaian pengukuruan tanda vital berupa pengukuran suhu axilla (suhu Celsius diukur dari ketiak), tekanan darah, denyut nadi, dan pernapasan. Terakhir, upaya ambulasi pasien yakni pemindahan pasien dari tempat tidur ke kursi roda. “Tiga tahap praktik tersebut merupakan komponen dasar yang harus dimiliki perawat. Maka dari itu, peserta harus mempelajari semua penanganannya,” katanya.

 Guru keperawatan ini menambahkan, SMKN 1 Rejotangan sudah memiliki beberapa fasilitas memadai untuk praktik siswa. Sehingga mempermudah jalannya lomba. Fasilitas-fasilitas tersebut di antaranya kursi roda, stetoskop, ranjang pasien, dan masih banyak lagi. “Kami cukup lengkap untuk peralatan lomba. Sehingga peserta juga mudah untuk mengikuti kegiatan ini,” jelasnya.

 Sementara itu, Riza Rahmadhani, peserta lomba dari salah satu SMK kesehatan di Malang mengatakan, perlombaan yang diikutinya terkesan seru dan menantang. Karena selain menghafal seluruh langkah penanganan pasien, dia juga harus mendramatisasi praktiknya supaya terlihat serius dan dapat merebut hati juri. “Semoga hasil praktik saya mendapat nilai bagus dan membanggakan nama sekolah,” katanya.

 Dewi Eka Yanti, peserta dari Kepanjen, Malang mengatakan, perlombaan yang diikuti merupakan ujian baginya dan latihan menjalani profesi perawat sebenarnya. “Untuk mempersiapkan LKS maupun lomba lain berikutnya, saya harus belajar lebih giat lagi,” jelasnya (*) 

(rt/dre/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia