alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Gapoktan Sutojayan Antusias Jalankan Program

14 Desember 2019, 20: 37: 22 WIB | editor : Didin Cahya FS

DONGKRAK EKONOMI: Tanaman cabai dan melon salah  satu unggulan Gapoktan Sutojayan.

DONGKRAK EKONOMI: Tanaman cabai dan melon salah satu unggulan Gapoktan Sutojayan. (SARWI RIYANTO FOR RADARTULUNGAGUNG.ID)

SUTOJAYAN, Radar Blitar - Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kecamatan Sutojayan menjadi salah satu kelompok tani yang berperan penting di kawasan Kabupaten Blitar. Gapoktan ini mulai aktif jalankan program sejak tahun 2012.

Menurut Ketua Gapoktan Kecamatan Sutojayan,Sarwi Riyanto, program yang dilaksanakan menjadi salah satu usaha peningkatan taraf ekonomi masyarakat Kecamatan Sutojayan. Tidak heran, hingga kini warga masih antusias jalan berbagai program tersebut.

Dia menjelaskan, ada beberapa program yang dilaksanakan. Di antaranya program pelatihan kelompok tani wanita, pengembangan tanaman hortikultura, keikutsertaan dalam berbagai pameran pertanian di dalam maupun di luar kota, dan pemaksimalan teknologi pertanian.

Pelatihan Kelompok Tani Wanita (KWT), menurut Sarwi, menjadi program yang akan berakhir di tahun ini. Meski begitu kegiatan KWT sangat bermanfaat. “Jadi, program ini melatih kelompok tani wanita biar bisa mengolah hasil pertanian mentah jadi makanan matang,” ungkapnya.

Menurut dia, program tersebut berhasil. Pasalnya, KWT di Sutojayan bisa hasilkan makanan Kerupuk Cekeremes berkat program tersebut. Kerupuk itu diperoleh dari kelompok yang menanam singkong di desa tersebut.

Sedangkan, tanaman hortikultura, lanjut dia, masih jadi program unggulan. “Untuk kecamatan ini ada melon dan cabai. Untuk kini juga ada petani yang mulai untuk menanam tanaman jeruk,” ungkapnya.

Meski tanaman hortikultura unggul di desanya, Sarwi menjelaskan, para petani di desa tersebut tetap menanam tanaman pangan. Contoh, tanaman padi dan jagung.

Hasil pertanian tersebut tidak hanya dijual petani. Untuk mengenalkan hasil produksi daerahnya, Gapoktan Sutojayan sering ikuti pameran. “Pernah kami ke Sidoarjo, Surabaya, yang terakhir pameran lokal di kantor Kabupaten Blitar, Blitar Agro Festival,” jlentrehnya.

Kini petani di desa tersebut mulai beralih menggunakan peralatan tani modern secara bertahap. Gapoktan di wilayahnya dapat bantuan alat dari dinas pertanian dan pangan (dispertapa). “Kini masih 40 persen sepertinya yang menggunakan, tapi tahun depan semoga petani di sini yang pakai alat bisa sampai 70 persen,” jelasnya.

Untuk semakin memaksimalkan pertanian, Sarwi sedang mengajukan program kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar untuk pembangunan sungai teknis. Dengan adanya sungai dan irigasi, nanti distribusi air bisa merata kepada para petani untuk mengairi sawah. “Kalau sudah dibangun, harapannya air tidak terbuang begitu saja alirannya. Lebih bermanfat jika diarahkan ke petak-petak petani,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dipertapa Kabupaten Blitar Wawan Widianto mengaku terus akan mendukung berbagai upaya gapoktan dalam mengembangkan pertanian. Dengan begitu, sinergi antara pemerintah dan petani terjalin baik dan mudah untuk melaksanakan program-program di lapangan. 

(rt/whe/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news