Rabu, 26 Feb 2020
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Kakek Cabuli Gadis Bawah Umur, Korban Diiming-imingi Rp 20 Ribu

17 Desember 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

CABUL: Imam Maksum, kakek yang mencabuli korban dengan inisial Bunga yang masih di bawah umur

CABUL: Imam Maksum, kakek yang mencabuli korban dengan inisial Bunga yang masih di bawah umur (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

GANDUSARI, Radar Trenggalek – Imam Maksum warga Kecamatan Gandusari diancam hukuman maksimal 15 penjara. Pasalnya, diduga mencabuli Bunga (nama samaran) gadis bawah umur. Modus yang dilakukan tersangka yakni mengiming-imingi Rp 20 ribu setiap hendak mencabuli korban. 

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, dari pengakuan kakek berumur 55 tahun, dia memberikan Rp 20 ribu untuk membeli keperluan. Namun, pada intinya uang tersebut untuk membujuk korban agar mau menuruti kemauannya. "Untuk pertemuan pertama memang ada sedikit penekanan. Tapi setiap pertemuan pasti ada bujuk rayu," ungkapnya.

Sementara penyelidikan masih tetap berlanjut untuk mengetahui apakah ada korban-korban lain. "Untuk mengungkap kasus ini perlu kehati-hatian dan mendalam," imbuhnya.

Dari hasil penyelidikan selama ini, kata dia, tersangka tiga kali mencabuli Bunga kurun waktu September, Oktober, dan November. "Pertama kali melakukan tindakan cabul itu berada di rumahnya. Yang kebetulan adalah tetangga sebelah," ujarnya.

Calvijn-sapaan akrab Jean Calvijn Simanjuntak melanjutkan, ketika kejadian kedua dan ketiga dilakukan, lokasi yang digunakan tersangka di gubuk belakang rumah tersangka. "Tersangka mengajak, merayu, dan memanggil korban. Agar datang ke gubug belakang rumahnya," ujarnya.

Pada kejadian ketiga, sekitar pukul 16.00, tersangka kembali mengajak korban dengan cara melambaikan Rp 10 ribu. Korban yang saat itu tengah bermain di halaman rumah melihat kode tersebut. Sehingga dia pun menghampiri Imam Maksum. Tersangka mengajak korban ke gubuk lagi. Di sana korban dia dicabuli dengan meremas-remas payudara milik korban maupun memegang alat vitalnya. "Secara kebetulan saksi Sobirin lewat gubuk, dan mendapati tersangka sedang meraba-raba korban. Imam Maksum kabur ketika mengetahui ada Sobirin," ujarnya.

Mengetahui hal itu, Sobirin menanyai korban apa yang dilakukan tersangka, tapi, kala itu dia tidak mendapat jawaban dari korban. Sehingga, dia melaporkan ke perangkat desa dan keluarga.  Kerabat korban pun berusaha berkomunikasi dengan korban secara baik-baik. "Ketika Bude korban bertanya, korban pun mengakui telah diraba-raba oleh tersangka," ujarnya.

Sehingga perangkat desa dengan warga pun menggerebek rumah Imam Maksum, untuk menginterogasi tindak asusila terhadap korban. Dia pun mengakui kalau tiga kali melakukan hal tersebut. 

Pelaku dikenakan pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan  Perpu Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (*) 

(rt/pur/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia