Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Enam Bangunan Rusak Akibat Tanah Retak

28 Desember 2019, 09: 05: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

TERPARAH: Dampak dari tanah retak di Dusun Bendo, Desa Melis, Kecamatan Gandusari, yang sebabkan lantai rumah Sujiati rusak.

TERPARAH: Dampak dari tanah retak di Dusun Bendo, Desa Melis, Kecamatan Gandusari, yang sebabkan lantai rumah Sujiati rusak. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

GANDUSARI, Radar Trenggalek - Fenomena alam berupa tanah retak menimpa lima bangunan milik warga di Dusun Beringin, Desa Melis, Kecamatan Gandusari, Rabu lalu (25/12). Akibat kejadian tersebut, satu rumah warga mengalami kerusakan cukup berat. 

Kepala Desa Melis, Kecamatan Gandusari Ferry Adi Kusuma mengatakan, khususnya di Dusun Beringin, ada enam bangunan yang terdampak tanah retak. Yakni lima bangunan rumah warga dan satu masjid. "Setelah terjadi hujan deras kemarin, ada beberapa tanah di desa ini retak," ungkapnya.

Menurut Ferry, panggilannya, setiap bangunan yang terdampak mengalami tingkat kerusakan berbeda-beda. Sementara ini, rumah milik Sujiati yang mengalami kerusakan paling parah. Lantai rumah miliknya banyak mengalami retakan, mulai halaman luar hingga masuk ke dalam rumah. "Sementara kondisinya rumah lantainya rusak-rusak. Akibatnya, banyak pintu yang tidak bisa ditutup," ujarnya. Dia menambahkan, bangunan yang terdampak tanah retak kebanyakan saat ini masih dihuni.

Kasi Pemerintahan Desa Suparlan mengungkapkan, kejadian tanah retak ini ditengarai cukup parah saat terjadi hujan es pada Rabu lalu (25/12). Mulanya benar ada tanda-tanda retakan kecil. Namun, usai hujan lebat dua hari lalu, retakan itu ternyata semakin lebar. "Kedalaman retakan di rumah Sujiati mencapai 2 meter," kata dia.

Menurut Suparlan, rumah Sujiati sepertinya perlu ada pembenahan. Maklum, dampak kerusakan itu nyaris membelah rumahnya. "Tentunya akan sangat berisiko kalau rumah itu tetap dihuni," imbuhnya.

Sementara anggota Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Eka Hermawan Putra mengungkapkan, pihaknya telah meninjau musibah tanah retak di Dusun Bendo, Desa Melis, Kecamatan Gandusari. Peninjauan itu untuk mengukur dampak yang ditimbulkan akibat tanah retak. "Rumah Sujiati yang sementara ini dinilai paling parah. Karena kerusakannya sampai ke dalam rumah," ujarnya.

Hasil dari peninjauan lapangan, Eka mengaku telah berkoordinasi dengan rekan-rekan BAZNAS lainnya. Kalau ada bantuan yang diberikan untuk perbaikan rumah Sujiati, salah satunya dengan membuatkan rumah baru di sekitar lokasi rumah sebelumnya. "Informasi awal, sekitar akhir tahun nanti kami akan bantu," ujarnya. (*)

(rt/pur/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia