Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Waspada, Tugu Potensi Longsor, Termasuk Daerah di Lereng Pegunungan

29 Desember 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

SIMULASI : Anggota Destana mempraktikkan cara menangani korban bencana.

SIMULASI : Anggota Destana mempraktikkan cara menangani korban bencana. (zaky jazai/Radar Trenggalek)

TUGU, Radar Trenggalek- Memasuki musim penghujan, masyarakat di wilayah Trenggalek harus selalu waspada terhadap bencana longsor atau banjir. Khusus di daerah Kecamatan Tugu atau wilayah lainnya di lereng pegunungan, harus siaga menghadapi bencana longsor yang sewaktu-waktu terjadi. Sebab, di daerah tersebut berpotensi terjadi bencana. Hal itu diungkapkan Kasi Kedaruratan BPBD Trenggalek Edi Purwanto.

Menurut dia, di wilayah Kecamatan Tugu ada beberapa desa yang potensi tertinggi bencana. Yakni Desa Nglinggis, Duren, Prambon, dan sebagainya. "Karena itu, kami selalu mengantisipasi untuk meminimalkan korban akibat hal tersebut," ungkapnya.

Dia melanjutkan, berdasarkan pemetaan BPBD, daerah di wilayah Kecamatan Tugu berpotensi bencana tanah longsor cukup tinggi. Sebab, sebagian besar lokasinya di area perbukitan. Selain itu, daerah tersebut juga tidak menutup kemungkinan terjadi bencana lain seperti banjir. "Karena kondisi itu, kami telah membentuk desa tangguh bencana (Destana) di wilayah desa itu dan dan desa lainnya," katanya.

Dengan dibentuknya Destana, masyarakat bisa paham apa yang harus dilakukan jika bencana terjadi. Perwakilan masyarakat di wilayah desa tersebut juga diberi tahu terkait cara penanggulangannya hingga proses evakuasi melalui simulasi.

Masyarakat juga diajari cara memasang rambu-rambu jalur evakuasi penanganan bencana. Proses pemahaman tersebut juga diajarkan terhadap pelajar. Diharapkan dengan hal itu, pelajar di sekolah juga meneruskan ilmu yang didapat tersebut di lingkungan sekitar. "Pelatihan yang kami lakukan ini berdasarkan pemetaan risiko bencana sebelumnya. Sebab, beda kecamatan, beda juga pelatihan yang diberikan. Seperti di Kecamatan Gandusari, sebelumnya telah dilakukan pelatihan tanggap darurat banjir," jelas Edi. (*)

(rt/zak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia