Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Karya Foto Harus Spektakuler, Bukan Sekadar Dokumentasi

02 Januari 2020, 17: 38: 31 WIB | editor : Andrian Sunaryo

MENARIK: Beberapa karya fotografi yang ditampilkan pada pameran di Shelter Café, Kepatihan, Senin malam lalu (30/12/2019).

MENARIK: Beberapa karya fotografi yang ditampilkan pada pameran di Shelter Café, Kepatihan, Senin malam lalu (30/12/2019). (MUHAMMAD ZAKA DWI ARIFTA/ RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Dunia fotografi tetap digandrungi semua kalangan, termasuk anak muda Kota Marmer. Bahkan, di zaman milenial saat ini, berbagai kamera sudah canggih. Tak heran kalau hasil jepretan juga bagus dan menarik. Banyak hasil karya foto ini dipamerkan secara langsung. Seperti 50 karya fotografi yang dipamerkan di Shelter Cafe di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, Senin malam lalu. Pameran foto tersebut diramaikan oleh muda-mudi pegiat fotografi se-Tulungagung hingga fotografer seantero nusantara. Pameran fotografi tersebut merupakan bagian acara yang melibatkan potensi generasi muda berbagai bidang atau disebut “Multi Disiplin”. Salah satunya sekelompok anak muda Tulungagung yang tergabung dalam kelompok bernama Gulung Tukar.

Benny Widyo, ketua pameran fotografi mengatakan, arti sebenarnya dari Multi Disiplin adalah gabungan beberapa disiplin untuk menyelesaikan masalah tertentu secara bersama-sama. Pergelaran pameran fotografi tersebut adalah salah satunya. Sedangkan acara keseluruhan bertajuk “Turunkan Jangkar, Kembangkan Layar”, di dalamnya berisi beberapa bidang. Seperti pemutaran dan diskusi film, lokakarya, serta program harian lainnya. “Berkaca dari pengertian tersebut, seluruh rangkaian acara ini tentu dapat dikatakan multidisiplin. Sehingga semua bidang dapat saling berdampingan memandang seni,” jelasnya.

Perihal tajuk acara yang dibuat, dia menjelaskan, ingin menjadikan acara tersebut sebagai jangkar. Maksudnya, mengumpulkan semua anggota bersama untuk merapat ke Tulungagung. Sedangkan “Kembangkan Layar”, bermaksud menginginkan semua pegiat seni untuk bersama-sama meramaikan acara tersebut. “Begitulah proses yang harus dilewati supaya rangkaian acara ini terselenggara dengan baik. Kiranya telah disampaikan melalui penamaan tema tersebut,” jelasnya.

Ketika ditanya terkait tema pameran fotografi tersebut, pria berusia 26 tahun itu menjelaskan, tidak ada tema khusus yang ditampilkan. Hanya saja, dirinya mempersilakan siapa pun yang memiliki potensi bidang fotografi untuk bergabung. “Acara ini tidak membatasi kreativitas seseorang. Selain menampung karya kawan Gulung Tukar, juga memuat karya fotografer maupun orang lain penghobi foto,” jelasnya.

Benny, sapaan akrabnya mengatakan, pameran tersebut bermaksud merangkum berbagai jenis praktik fotografi. seperti sport, concert, human interest, macro, wedding, art, stage, dan sebagainya. Tujuannya, menunjukkan kepada penikmat karya seni bahwa fotografi bukanlah sebuah dokumentasi semata. “Setiap foto yang terpajang tentu menampilkan arti tersendiri. Sehingga dalam pameran ini kami mempersilakan pengunjung menilai sesuai proporsi mereka,” ungkapnya.

Benny menambahkan, pameran tersebut diikuti 44 peserta dari berbagai latar belakang dan asal daerah. “Mereka semua memiliki kesamaan tujuan. Yakni berpartisipasi menghidupkan semarak geliat kreatif seni di Tulungagung melalui pameran fotografi,” katanya.

Sementara itu, Anang Prasetyo, pengamat seni yang juga guru seni budaya SMKN 1 Boyolangu mengatakan, pameran fotografi yang berlangsung kali ini dirasa cukup menarik. Karena banyak menampilkan karya foto spektakuler generasi muda. Di samping itu, dirinya juga pertama kalinya melihat pameran foto disertai kuratorial tersebut. “Acara seperti ini harus semakin eksis ke depannya, tidak hanya melalui medsos. Tapi, harus ditampilkan melalui pameran-pameran serupa lainnya,” harapnya. (*)

(rt/rak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia