Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Ratusan Peserta BPJS Kesehatan Tulungagung Ganti Kelas

Per Hari Sekitar 52 Peserta

05 Januari 2020, 10: 00: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

ANTRE: Peserta BPJS Kesehatan mengisi berkas di ruang pendaftaran kantor BPJS Kesehatan.

ANTRE: Peserta BPJS Kesehatan mengisi berkas di ruang pendaftaran kantor BPJS Kesehatan. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung – Pemberlakuan tarif iuran baru jaminan kesehatan nasional (JKN) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, membuat sebagian orang memilih turun kelas. Bahkan, BPJS Kesehatan cabang Tulungagung mencatat, dalam sehari, sekitar 52 peserta melakukan ganti status. Untuk itu, perpanjangan waktu permohonan turun kelas tanpa syarat pun ditambah hingga 30 April 2020.

Dari data yang berhasil dihimpun Koran ini, hingga 28 Desember 2019, tercatat sebanyak 666 peserta melakukan perubahan kelas. Dari jumlah ini, sebanyak 617 peserta pindah ke kelas III. Sementara 49 peserta pindah ke kelas II dan dua peserta pindah ke kelas I. “Ya, bisa jadi ini dampak dari perubahan tarif iuran,” jelas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung M. Idar Aries Munandar.

 Pria yang akrab disapa Nandar ini mengatakan, perpindahan kelas mulai terlihat sejak pertengahan Desember 2019 lalu. Terlebih, pada 26 Desember 2019, terjadi kenaikan signifikan. Ini disebabkan per 1 Januari 2020 kemarin kenaikan iuran tarif BPJS telah berlaku untuk semua kelas.

Sesuai dengan Perpres Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, iuran kepesertaan untuk mandiri kelas I naik dua kali lipat. Dari semula Rp 80 ribu per jiwa, meningkat menjadi Rp 160 ribu per jiwa setiap bulannya. Sementara untuk iuran mandiri kelas II naik dari Rp 51 ribu per jiwa, menjadi Rp 110 ribu per jiwa setiap bulannya. Dan, iuran mandiri kelas III yang semula Rp 25.500, naik menjadi Rp 42 ribu per jiwa setiap bulannya.

 Untuk mengantisipasi adanya penumpukan peserta melakukan perpindahan kelas, kini siapa pun dapat langsung melakukan pindah kelas tanpa harus menunggu menjadi peserta selama satu tahun. Namun, layanan ini hanya berlaku hingga 30 April mendatang. “Dengan program PRAKTIS atau perubahan kelas tidak sulit, peserta yang telah terdaftar sebelum 1 Januari 2020 dapat lakukan perubahan kelas. Termasuk turun kelas sebanyak dua tingkat. Tapi ini hanya berlaku sampai 30 April mendatang,” terang Nandar.

 Tak hanya itu, untuk menghindari antrean panjang, peserta pun dapat melakukan perubahan kelas melalui aplikasi mobile JKN. Proses pindah kelas dapat dilakukan secara online. Sehingga peserta tidak harus datang ke kantor BPJS Kesehatan. (*)

(rt/nda/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia