Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

PMI Trenggalek Terancam Hukuman Mati di Malaysia

08 Januari 2020, 08: 34: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

DOKUMEN: Beberapa poin imbauan di Surat Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru, Malaysia kepada Pemkab Trenggalek.

DOKUMEN: Beberapa poin imbauan di Surat Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru, Malaysia kepada Pemkab Trenggalek. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Keripik Tempe terancam hukuman mati di negeri Jiran, Malaysia. Warga asal Kecamatan Tugu berinisial LS ini diduga membunuh bayinya. "Kasus itu memang benar," ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Nanang Budiarto kemarin sore (7/1).

Nanang melanjutkan, kasus yang melibatkan wanita kelahiran 1996 itu masih terus berlanjut ke proses dimejahijaukan. Karena kasus itu telah naik ke persidangan sekitar April 2019 lalu dan kini masuk tahap I, Mei 2019 tahap II, dan September 2019 tahap III. Pada tahap III merupakan tahap penuntutan. "LS dituntut dengan ancaman hukuman mati," ujarnya.

Adanya kasus itu, Pemkab Trenggalek berupaya menyurati pihak Konsulat Jenderal Malaysia di Kota Johor Bahru. Tujuannya, TMI mendapat perlindungan dan keringanan hukuman. Upaya itu telah dijawab, LS didampingi kantor hukum Gooi & Azura di Malaysia. 

Kantor hukum itu pun telah menyatakan kesiapannya untuk mendampingi LS secara hukum atau secara konsuleran. Dan LS juga tidak dikenakan biaya. "Status TKI tersebut adalah legal melalui PJTKI. Pihak PJTKI pun bertanggung jawab," ujarnya.

Kendati demikian, ketika disinggung terkait kasus yang menjerat LS, Nanang enggan menjawab secara jelas karena instruksi langsung dari BNP2TKI. "Untuk kronologi kasus yang menjerat LS, kami belum bisa menjawab," katanya. 

Meskipun demikian, lanjut dia, Konsulat Jenderal Malaysia juga mengimbau Pemkab Trenggalek tidak perlu khawatir serta meminta doa agar persidangan berjalan lancar dan mendapat keringanan. Sehingga tidak dihukum sesuai yang dituntutkan. "Kami sudah bertemu pihak keluarga LS. Semoga pihak keluarga lebih menguatkan hati atas kejadian yang menimpa LS," ungkapnya. (*)

(rt/pur/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia