Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Dinamika Politik di Trenggalek Masih Adem Ayem

09 Januari 2020, 09: 02: 12 WIB | editor : Andrian Sunaryo

ilustrasi

ilustrasi

KOTA, Radar Trenggalek - Dinamika politik di Bumi Menak Sopal pada Pemilihan Bupati (Pilbup)/Wakil Bupati (Wabup) 2020 masih adem ayem. Hingga kemarin (8/1) belum ada partai politik (parpol) atau gabungan parpol mendeklarasikan satu pasangan bakan calon (balon) atau ”jago” untuk bertarung pada pilkada 23 September mendatang. Termasuk Partai Demokrat dan Gerindra.

Bahkan, penjaringan balon yang dilakukan partai tersebut yang sejatinya dimulai pada Munggu lalu (5/1), tapi ditunda dengan batas waktu yang belum ditentukan. Hal itu karena belum adanya persetujuan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. "Memang prosesnya masih di-pending karena besok Minggu (12/1) kami akan rapat kembali," ungkap Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Trenggalek Mugianto.

Dia melanjutkan, itu dilakukan agar DPC mendapatkan kepastian kapan pendaftaran tersebut dibuka. Mengingat segala sesuai terkait pengusung nama balon harus mendapatkan persetujuan dari DPP. Dalam hal ini, DPC hanya berhak mengusulkan siapa yang diajukan dan menaati semua rekomendasi dari DPP. "Pastinya untuk kapan waktunya kami masih menunggu surat keputusan (SK), diperkirakan waktunya sekitar pertengahan bulan ini," tuturnya.

Sedangkan terkait ada tidaknya calon dari internal Partai Demokrat sendiri, anggota DPRD Trenggalek ini belum bisa menyebutkan. Mengingat, kini pendaftaran belum dibuka. Sehingga setelah pembukaan pendaftaran sampai penutupan dan diperoleh nama-nama balon, partai akan menggelar rapat internal untuk menentukan siapa yang tepat dan layak didaftarkan mengikuti pesta demokrasi lima tahunan tersebut, sesuai kriteria partai.

Sementara itu, terkait partai mana yang nantinya berkoalisi, juga belum bisa dijelaskan. Mengingat sekarang masih komunikasi dengan berbagai pengurus partai yang ada. Khususnya yang memiliki kursi di DPRD sudah dilakukan. Hal itu karena Demokrat tidak bisa mengusung balon sendiri. Sehingga kemungkinan dengan parpol mana nantinya akan berkoalisi, semuanya masih bisa terjadi. "Ditunggu saja hari-hari menjelang pendaftaran. Sebab, segala kemungkinan masih bisa terjadi. Dari situ, jika nantinya harus berkompetisi dengan petahana, saya pastikan nanti tidak akan ada istilahnya bumbung kosong," jelasnya.

Hal yang serupa diungkapkan Ketua DPC Partai Gerinda Trenggalek Nurhadi Rokhmad. Dia menambahkan, ketika Partai Gerinda membuka pendaftaran balon pada 25 Oktober hingga 15 November 2019 lalu, hingga ada perpanjangan waktu belum ada yang mendaftar. Sehingga partai masih menunggu instruksi dari DPP. "Ditunggu saja, pastinya nanti ada yang mendaftar. Sebab, ada kemungkinan calon sudah berkomunikasi langsung dengan DPP, tapi belum diinformasikan ke kami (DPC, Red)," imbuhnya. (*)

(rt/zak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia