Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Tulungagung
Panahan

Kuatkan Fisik, Latih Kesabaran, Konsentrasi, dan Disiplin

10 Januari 2020, 09: 12: 06 WIB | editor : Andrian Sunaryo

FOKUS: Anak-anak di Alba Archery Club berlatih memanah, Selasa lalu (7/1).

FOKUS: Anak-anak di Alba Archery Club berlatih memanah, Selasa lalu (7/1). (MUHAMMAD ZAKA DWI ARIFTA/RATU)

KEDUNGWARU, Tulungagung – Olahraga memanah atau panahan tidak hanya dilakukan orang dewasa. Tapi, bisa juga dilakukan anak-anak. Pasalnya, memanah memiliki banyak manfaat. Di antaranya membangun kekuatan fisik, melatih kesabaran dan konsentrasi, serta melatih kedisiplinan.

 Pelatih Alba Archery Club (klub memanah) Tulungagung, Toni Widianto menerangkan, olahraga panahan mempunyai berbagai faedah, apalagi jika dilakukan sejak kecil. Hal itu terlihat ketika banyak perubahan positif dialami anak didiknya setelah rajin dan rutin memanah.

 Toni, sapaan akrabnya mengungkapkan, sebagian besar memanah memerlukan kekuatan otot tangan. Ketika anak-anak menarik anak panah yang terpasang di busur, diperlukan kekuatan untuk menahan sekaligus membidik target agar tepat sasaran. “Kontraksi otot terjadi di kedua tangan ketika mengendalikan gerakan memanah. Penguatan otot tangan itulah fungsinya,” jelasnya.

 Kemudian, lanjut dia, selain membentuk otot tangan, konsentrasi pun juga meningkat tajam berkat olahraga ini. Sebab, anak-anak diharuskan fokus antara pikiran dan gerakan agar mengenai sasaran setepat mungkin. “Anak-anak harus bisa mengambil keputusan di saat yang tepat. Jika tidak fokus, tentu meleset,” ungkap pria 45 tahun ini.

Memanah memang membutuhkan kekuatan dan konsentrasi. Namun, dua hal tersebut juga harus dilakukan dengan kesabaran. Sebab, kesabaran juga memengaruhi hasil. Hal itu terlihat saat kali pertama anak-anak memegang dan menembak. Banyak yang tidak mengenai sasaran, bahkan melenceng jauh. “Dengan kesabaran berlatih terus-menerus, pasti hasilnya bagus. Sebab, mahir memanah tidak bisa dilakukan terburu-buru,” jelasnya.

 Pelatih ramah itu mengaku, jalinan sosial dapat terbentuk dengan olahraga memanah. Karena ketika latihan memanah, anak-anak selalu sharing bagaimana cara mencapai target. Di samping itu, ketika istirahat juga diperbolehkan bermain dan bercakap tentang ilmu memanah.

 Lanjut dia, kedisiplinan juga akan berkembang dengan olahraga ini. Pasalnya, ketika berlatih memanah, anak-anak harus mengikuti aba-aba dari pelatih, yakni aba-aba untuk berkumpul, memulai memanah, serta istirahat atau mengambil anak panah yang tertancap ditarget. “Dari aba-aba itu, anak-anak diwajibkan patuh dan mengikuti prosedur dari pelatih,” ungkapnya.

 Dari upaya berlatih tersebut, pria yang bekerja di PLN Tulungagung ini berharap, anak didiknya mempunyai kemampuan yang terus  berkembang dan  mencapai prestasi membanggakan. “Semoga anak-anak di sini sehat, cerdas, dan berprestasi,” harapnya. (*)

(rt/dre/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia