Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Lestarikan KPS, DLH Tulungagung Bagikan 5 Ribu Bibit Pohon

DItanam di Kawasan Telaga Buret

11 Januari 2020, 08: 00: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

LESTARIKAN ALAM: Sekda Tulungagung Sukaji memberikan bibit pohon kepada salah satu pelajar.

LESTARIKAN ALAM: Sekda Tulungagung Sukaji memberikan bibit pohon kepada salah satu pelajar. (HUMAS PEMKAB FOR RATU)

CAMPURDARAT, Radar Tulungagung – Guna menjaga kelestarian kawasan perlindungan setempat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung menggelar penanaman pohon di Telaga Buret, Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat. Selain menjaga kelestarian lingkungan, kegiatan ini juga untuk menjaga sumber air tetap terjaga. Bersama dengan forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) setempat dan puluhan pelajar, acara diawali dengan apel bersama yang dipimpin langsung Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia.

Acara tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Siyuk Maryoto Birowo, Sekretaris Daerah (Sekda) Sukaji, Dandim 0807 Letkol Inf Wildan Bahtiyar, dan beberapa kepala OPD.

Usai apel, seluruh peserta langsung menuju lokasi penanaman pohon yang jaraknya sekitar 400 meter menyeberangi Telaga Buret. Plt Kepala DLH Tulungagung sekaligus ketua panitia, Nina Hartiani mengatakan, sebanyak 5.000 bibit pohon disiapkan untuk kegiatan kali ini.  Bibit  pohon yang ditanam di antaranya cendana, mangir, kepel, kayu putih, trembesi, apak, buah mentega, sukun, sirsat, jambu, dan sengon. “Kegiatan ini untuk menjaga kelestarian sumber air dan meningkatkan tutupan lahan dan mengurangi lahan kritis. Sehingga dapat berfungsi sebagai penyangga kehidupan,” jelas Nina dalam sambutannya.

JAGA EKOSISTEM: Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Siyuk Maryoto Birowo mencangkul tanah untuk menanam pohon. Ini dilakukan sebagai wujud lestarikan alam.

JAGA EKOSISTEM: Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Siyuk Maryoto Birowo mencangkul tanah untuk menanam pohon. Ini dilakukan sebagai wujud lestarikan alam. (HUMAS PEMKAB FOR RATU)

Nina menambahkan, sumber air di Telaga Buret menjadi salah satu sumber mata air yang besar. Sebab, mampu mengairi sekitar 700 hektare lahan yang terbagi di empat desa. Yakni Desa Sawo, Gedangan, Gamping, dan Ngentrong. Selain sebagai sumber air, ekosistem di telaga ini juga masih terjaga.

Menurut dia, satwa liar masih sering ditemukan. Seperti rusa, monyet, tupai, biawak, hingga harimau seruni. “Alhamdulilah ekosistem di sini masih terjaga baik. Dengan kegiatan ini, supaya ekosistem dapat terus terjaga,” imbuhnya.

Tak hanya Telaga Buret, masih ada sekitar 200 sumber air di Tulungagung yang dimanfaatkan penduduk untuk kebutuhan air sehari-hari. Untuk itu, pihaknya secara berkelanjutan akan melakukan kegiatan penghijauan yang sama di lokasi-lokasi tersebut. “Masih ada 200 sumber mata air di Tulungagung. Tentu akan kami lakukan penghijauan juga di lokasi tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, kegiatan ini bentuk kepedulian forkopimda terhadap lingkungan. Menurut dia, kondisi hutan atau ruang hijau di Tulungagung perlu mendapat perhatian. Sebab, hutan atau ruang hijau merupakan sumber energi, penyeimbang alam, dan penyedia air. “Di saat musim hujan terjadi banjir atau tanah longsor, di musim kemarau terjadi kekeringan. Ini menandakan hutan kita bermasalah,” jelasnya. Acara pun berlangsung hingga siang hari. (*)

(rt/nda/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia