Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Tuntaskan Distribusi Seragam !, Dewan Desak Akhir Bulan Ini Rampung

14 Januari 2020, 09: 30: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

BELUM SAMA : Siswa-siswi di salah satu SMPN di Tulungagung masih memakai seragam SD

BELUM SAMA : Siswa-siswi di salah satu SMPN di Tulungagung masih memakai seragam SD (Ananias Ayunda/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung – Pendistribusian seragam gratis pada siswa kelas I dan VII yang tak kunjung rampung, membuat wakil rakyat turun tangan. Dewan melalui komisi A, mendesak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Tulungagung segera menyelesaikan proses distribusi akhir bulan ini.

 “Untuk seragam baik SD dan SMP sudah rampung, hanya distribusi yang belum merata. Terlebih di wilayah pinggiran, ini harus segera diselesaikan paling tidak akhir bulan ini,” jelas Ketua Komisi A, Gunawan.

 Ia melanjutkan, pada prinsipnya pelaksanaan pengadaan seragam telah sesuai dengan aturan dan pendanaan yang ada. Namun pada pelaksanaan mengalami sejumlah kendala. Di antaranya berkaitan ukuran seragam. Untuk itu, ia mengusulkan dinas terkait untuk lakukan studi referensi ke Surakarta.

 Di Surakarta, kata Gunawan, program pengadaan seragam gratis berbentuk dana. Setiap siswa menerima dana sebesar Rp 700 ribu untuk keperluan atribut dan seragam. Untuk itu, ia berharap dinas terkait dapat melakukan studi referensi dengan detail teknis pelaksanaan pengadaan seragam di sana. “Jadi nanti ada kartu dengan dana Rp 700 ribu, itu monggo mau dibelikan sepatu saja atau komplit itu tergantung masing-masing anak. Nah, detailnya seperti apa dinas terkait supaya bisa menggali informasi di sana,”terangnya.

 Ia berharap pada tahun ajaran mendatang, program pengadaan seragam gratis tidak serumit tahun-tahun sebelumnya. Sehingga siswa baru dapat langsung mengenakan seragam baru ketika masuk sekolah. Meski pelaksanaan pengadaan seragam telah sesuai, kata dia, namun masih terdapat beberapa hal yang perlu dievaluasi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Tulungagung, Sukaji mengatakan, tidak mempermasalahkan usulan dari komisi A. Sebab, dengan melakukan studi referensi dapat menjadi wawasan baru dalam menerapkan suatu kebijakan. Disinggung mengenai kendala, ia mengaku tidak ada kendala berarti dalam pengadaan seragam kali ini. Bahkan, ia mengatakan, jika pengadaan seragam telah sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Itu sudah sesuai dengan peraturan, tidak ada kendala. Barangnya pun sesuai dengan standar,”ungkapnya.

 Sukaji mengatakan, perlu adanya sosialisasi ke masyarakat, terutama anggapan bahwa siswa baru langsung dapat menerima seragam gratis. Padahal, pengadaan seragam gratis memerlukan waktu. Sehingga siswa harus bersabar untuk mendapat seragam. “Ini yang harus disosialisasikan ke masyarakat,”imbuhnya.

 Dikonfirmasi terkait distribusi seragam gratis, Plt. Kepala Dispendikpora Tulungagung, Hariyo Dewanto Wicaksono, tak menampik hingga kini proses distribusi masih terus berlangsung. Sesuai dengan usulan dari dewan, ia menargetkan akhir bulan distribusi seragam telah rampung. “Seragam memang masih proses distribusi, akhir bulan semoga bisa selesai semua,”harapnya.

Mengenai studi referensi, ia mengatakan, belum tahu detail. Sebab, pihaknya masih akan melakukan koordinasi lagi. Namun, dia tak membantah bahwa tiga hari kedepan berangkat studi referensi. “Harus koordinasi dulu. Usulan dari dewan itu juga bagus untuk perbaikan ke depan,”tandasnya.

 Seperti diberitakan sebelumnya, ribuan siswa kelas VII SMP dan kelas I SD harus kembali bersabar untuk mengenakan seragam baru. Sebab proses distribusi seragam baru belum juga rampung. Tak pelak kondisi ini membuat sejumlah siswa terpaksa mengenakan seragam lama atau seragam sekolah asal. Seperti yang terlihat di SMPN 1 Karangrejo Rabu (8/1) lalu. Puluhan siswa terlihat masih mengenakan seragam batik dari SD masing-masing. (*)

(rt/nda/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia