Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Ayo, Bikin Maskot dan Jingle Pilbup

15 Januari 2020, 10: 10: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

ilustrasi

ilustrasi

KOTA, Radar Trenggalek - Gereget pada pilihan bupati/wabup (pilbup) Trenggalek ternyata tidak hanya mendera partai politik (parpol), tapi juga masyarakat. Indikasinya, hingga kemarin (14/1) partisipasi masyarakat mengikuti sayembara cipta maskot dan jingle Pilbup 2020 masih minim. Sejak dibuka pendaftaran pada Desember 2019, sampai kini masih tiga peserta. Padahal, minggu depan batas waktu menyerahkan hasil karya masyarakat tersebut. "Memang saat ini (kemarin, 14/1, Red), masih tiga yang berpartisipasi. Namun, kami akan menunggu Kamis pekan depan (23/1)," ungkap Ketua KPU Trenggalek Gembong Derita Hadi.

Dia melanjutkan, kini KPU belum bisa memastikan bentuk maskot dan jingle pilbup tahun ini. Sebab, tidak ada kategori khusus dalam sayembara tersebut. Pastinya, baik maskot dan jingle nanti harus ada unsur-unsur yang identik dengan Trenggalek. "Kami belum bisa memastikan hal itu. Seperti bentuk maskot apakah mirip maskot Pilbup 2015 lalu yaitu buah durian atau ada model yang lain seperti jaranan turangga yaksa, cengkih, dan sebagainya," jelasnya.

Itu dilakukan agar kreativitas masyarakat Trenggalek, khususnya pemuda dalam membuat maskot atau jingle semakin terasah. Sebab, tidak ada kategori pembatas yang signifikan terkait hal tersebut. Selain itu, dengan memasukkan kategori yang bercirikan atau identik dengan Trenggalek, diharapkan baik maskot maupun jingle berbeda dengan daerah lainnya, juga bisa mengangkat nama Trenggalek.

Jadi nanti setelah pendaftaran ditutup, KPU akan membentuk tim untuk menyeleksi maskot dan jingle. Setelah dipilih bentuk yang tepat, KPU akan mengumumkan secara resmi. "Jadi tunggu saja. Sebab, pendaftaran pembuatannya masih kami buka," jelas Gembong. (*)

(rt/zak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia