Rabu, 26 Feb 2020
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Bupati Tulungagung Maryoto Paparkan Potensi Daerah ke Konjen Jepang

22 Januari 2020, 09: 28: 12 WIB | editor : Andrian Sunaryo

AKRAB: Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menyerahkan cenderamata kepada Konsul Jenderal Jepang Tani Masaki saat kunjungan ke Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa, kemarin (21/1).

AKRAB: Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menyerahkan cenderamata kepada Konsul Jenderal Jepang Tani Masaki saat kunjungan ke Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa, kemarin (21/1). (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung – Kunjungan Konsul Jenderal (Konjen) Jepang Tani Masaki di Surabaya kemarin (21/1), dimanfaatkan pemkab untuk memperkenalkan berbagai potensi yang ada di Kota Marmer. Apalagi, pemkab juga berharap bakal ada penanaman modal dari investor Negeri Sakura, dengan berkaca begitu banyaknya potensi yang ada di Tulungagung.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Tulungagung Maryoto Birowo saat melakukan pemaparan materi. Menurut dia, kabupaten yang dipimpinnya ini memiliki berbagai potensi dan produk unggulan yang telah menembus pasar regional maupun internasional. Seperti industri marmer, alat perkakas rumah tangga, perlengkapan TNI, perikanan dengan produk unggulan patin, tuna, dan sebagainya. “Kabupaten ini juga merupakan salah satu lumbung pangan di Jawa Timur karena selalu surplus beras,” jelasnya.

Selain itu, lanjut pria paro baya ini, masyarakat Tulungagung juga berjiwa seni tinggi. Hal ini dibuktikan dengan adanya beraneka ragam kesenian khas. Seperti jaranan sentherewe, reog kendang, dan sebagainya. “Tidak ketinggalan, Tulungagung juga menyimpan potensi pariwisata yang luar biasa. Khususnya berbagai pantai yang ada di pesisir selatan,” tambahnya.

Maryoto tak menampik, berbagai potensi yang ada ini bisa lebih berdaya guna bila dikelola secara optimal. Tentunya ini membutuhkan kemitraan antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, maupun pemerintah negara lain. “Kami berharap kunjungan Bapak Konsul Jenderal Jepang ini bisa segera mewujudkan kerja sama dengan Pemerintah Jepang di kemudian hari,” ujarnya.

Sementara itu, Konjen Jepang Tani Masaki mengatakan, pihaknya selama ini memang terus memberikan informasi mengenai potensi yang ada di daerah, khususnya di sekitar Jawa Timur. Apalagi dia menyadari pertumbuhan investasi dari Jepang memang belum terlalu menggembirakan. Karena sampai sekarang belum ada penanaman modal baru sehingga hanya ada 150 perusahaan milik pengusaha Jepang yang berdiri. “Jawa Timur masih memiliki kesempatan besar untuk penanaman modal. Namun, semua harus didukung dengan infrastruktur dan akses yang prima sehingga kerja sama bisa terus ditingkatkan,” terangnya. (*)

(rt/rak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia