Rabu, 26 Feb 2020
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

SMKN 1 Rejotangan Resmi Menjadi Tuan Rumah LKS Jatim Ke-28

Persaingan Semakin Ketat dan Bergengsi

29 Januari 2020, 06: 43: 58 WIB | editor : Andrian Sunaryo

KOMPETISI: Peserta LKS Jatim melakukan uji penilaian farmasi di laboratorium farmasi SMKN 1 Rejotangan, kemarin (28/1).

KOMPETISI: Peserta LKS Jatim melakukan uji penilaian farmasi di laboratorium farmasi SMKN 1 Rejotangan, kemarin (28/1). (MUHAMMAD ZAKA DWI ARIFTA/RATU)

REJOTANGAN, Radar Tulungagung - Dunia pendidikan terus menyaring prestasi dan kualitas siswa-siswi melalui berbagai kompetisi bergengsi. Kali ini SMK Negeri 1 Rejotangan atau sekolah yang beken disebut SMK RATU tersebut resmi kembali menjadi tuan rumah Lomba Kompetensi Siswa Jawa Timur (LKS Jatim) ke-28. Kompetisi yang berlangsung pada 27-30 Januari 2020 itu merupakan kelanjutan dari LKS wilayah kerja 3 Jawa Timur (LKS wilker 3).

Ketua Pelaksana dan Penanggung Jawab LKS JATIM di SMKN 1 Rejotangan, Sodikin mengatakan, acara tersebut tak lain bertujuan untuk menyaring potensi siswa sesuai bidang keahlian yang diajarkan pada SMK peserta. Perlombaan tersebut diikuti oleh siswa yang telah mendapat nominasi terbaik di LKS Wilker 3 Jawa Timur. “Perlombaan ini dihadiri oleh mereka yang telah mendapat nominasi di tingkat antarkabupaten tersebut,” katanya.

Dikin, sapaan akrabnya, mengatakan, dalam LKS pada intinya memiliki beberapa tingkatan. Setiap tingakatan tersebut adalah perlombaan siswa jenjang kejuruan dari tingkat kota/kabupaten. Selepas melewati tingkat kabupaten kemudian dilanjutkan tingkat provinsi dan berlangsung ke tingkat nasional hingga internasional. “Begitulah fase perhelatan tersebut sehingga siswa yang benar-benar memiliki kompetensi akan terlihat jelas. Dialah calon generasi penerus di Indonesia,” ungkapnya

KOMPAK: Kepala Sekolah SMKN 1 Rejotangan Masrur Hanafi (paling kanan) berfoto dengan Kacabdin Pendidikan Jatim Wilayah Tulungagung-Trenggalek Solikin (baju merah) .

KOMPAK: Kepala Sekolah SMKN 1 Rejotangan Masrur Hanafi (paling kanan) berfoto dengan Kacabdin Pendidikan Jatim Wilayah Tulungagung-Trenggalek Solikin (baju merah) . (MUHAMMAD ZAKA DWI ARIFTA/RATU)

Terkait seberapa jauh perlombaan ini dipandang publik, guru PPKn di SMK Negeri 1 Rejotangan itu mengatakan, hal itu tentu memengaruhi masyarakat, khususnya sekitar SMKN 1 Rejotangan. Dia mengatakan, ajang kompetitif tersebut kini sudah go public. “Tentunya khalayak umum akan memandang baik sekolah kejuruan ini. Diharapkan nantinya semakin diperhitungkan masyarakat luas karena keunggulan sekolah ini,” ujarnya.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jatim Wilayah Tulungagung-Trenggalek Solikin mengatakan, kegiatan LKS juga bertujuan untuk meningkatkan potensi siswa SMK. Di samping itu, juga bermaksud menarik lulusan sekolah menengah agar tertarik melanjutkan ke jenjang sekolah menengah kejuruan. Karena di tingkat SMK tersebut secara nyata memiliki potensi bergengsi yang diperlombakan. Seperti LKS se-Jatim tersebut. Ke depannya akan diketahui seberapa jauh siswa tersebut dipandang dunia industri dan perusahaan. “Acara ini berfungsi mengioptimalkan kemampuan siswa. Terbukti setelah mereka lulus memiliki banyak keahlian,” ungkapnya.

Solikin menambahkan, kompetensi tersebut terdiri dari empat bidang. Meliputi lomba robotika, farmasi, keperawatan, dan melukis. Terdapat total 52 siswa telah masuk dalam kategori peserta LKS Jatim. Peserta tersebut terdiri berasal dari berbagai SMK se-Jawa Timur. Rinciannya, sejumlah 20 siswa menjadi nominator lomba mobil robotika, 14 siswa nominator lomba keperawatan, 19 siswa farmasi, dan 9 siswa nominator lomba melukis. Hal itu membuat persaingan semakin ketat karena merupakan final dari keempat wilayah kerja se-Jawa Timur yang telah berlangsung pada Desember 2019 lalu. “Tentu masih ada kelanjutan dari perhelatan ini. Yakni tingkat nasional yang akan dilangsungkan pada waktu berikutnya,” katanya.

Terkait perannya dalam dunia pendidikan, mantan kepala SMPN 2 Ngunut itu mengaku ikut berpartisipasi mendidik bangsa, khususnya pendidikan kejuruan. Hal itu karena bangsa Indonesia membutuhkan tenaga kejuruan yang mampu berperan memajukan kualitas industri dan perusahaan di Indonesia. “Dari tahun ke tahun SMK harus semakin maju, terlebih dalam urusan keterampilan,” tandasnya . (*)

(rt/dre/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia