Rabu, 26 Feb 2020
radartulungagung
icon featured
Blitar

Pemkab Blitar Raih Penghargaan Maturitas SPIP Level 3

11 Februari 2020, 10: 02: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

BERPRESTASI: Dari kiri, Wabup Marhaenis UW, Bupati Rijanto, Kepala Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jatim Alexander Rubi Satyoadi, dan anggota Komisi A DPRD Jatim Ferdian Reza Alvisa, dalam proses penyerahan penghargaan.

BERPRESTASI: Dari kiri, Wabup Marhaenis UW, Bupati Rijanto, Kepala Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jatim Alexander Rubi Satyoadi, dan anggota Komisi A DPRD Jatim Ferdian Reza Alvisa, dalam proses penyerahan penghargaan. (WHENDY GIGIH PERKASA/RADAR BLITAR)

KANIGORO, Radar Blitar - Pemkab Blitar menerima penghargaan Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Level 3 dari perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinisi Jawa Timur (Jatim), kemarin (6/2).

Bupati Rijanto bersama dengan Wakil Bupati (Wabup) Marhaenis Urip Widodo (UW) menerima penghargaan tersebut dari Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jatim Alexander Rubi Satyoadi di kantor Pemkab Blitar.

Dalam kesempatan tersebut, dihadiri Inspektur Pembantu Bidang Pemerintahan Inspektorat Provinsi Jatim Syamsul Huda, anggota Komisi A DPRD Jatim Ferdian Reza Alvisa, juga seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) hingga kepala desa (kades).

“Ini membuktikan jika Pemkab Blitar taat aturan. Tiga tahun berturut-turut meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK. Artinya, capaian ini merupakan kerja sama semua pihak. Perlu ditingkatkan lagi, program-program yang baik harus dilanjutkan,” ungkap Bupati Rijanto.

Bukti jika Pemkab Blitar ini taat aturan adalah pembangunan tepat sasaran. Indikasinya, jumlah angka kemiskinan di kabupaten ini turun 0,78 persen. Lebih baik dari tingkat provinsi maupun nasional.

Dia menegaskan, pembangunan harus benar-benar memberi manfaat kepada masyarakat. Tidak hanya lewat APBD, tapi APBDes tetap penting.

Apalagi dari Pemprov Jatim ini memiliki program Kawal Desa melalui Pengawasan (KADES LAWAS). Di program itu, pemprov membuka klinik konsultasi pengelolaan bantuan keuangan di desa. Jadi bisa sinkron dari pusat hingga desa.

Di Kabupaten Blitar, kata dia, pemkab terus berupaya untuk mendampingi pemerintahan desa. Termasuk membuat aplikasi sistem keuangan desa (siskeudes).

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jatim Alexander Rubi Satyoadi memberi apresiasi kepada Pemkab Blitar. Dengan penghargaan ini, menunjukkan pengelolaan keuangan secara transparan dan akuntabel. Sehingga mendukung tercapainya tujuan pembangunan.

Indikator keberhasilan pembangunan, termasuk kesejahteraan masyarakat lewat pertumbahan ekonomi. Untuk parameter kesejahteraan, termasuk angka kemiskinan, pendidikan, dan lain-lain.

Dia sepakat dengan pengolaan keuangan dengan memanfaatkan teknologi. Kabupaten Blitar sudah menerapkan. Artinya, sejalan dengan praktik pemberantasan korupsi. 

(rt/kmf/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia