Rabu, 26 Feb 2020
radartulungagung
icon featured
Features

Pengalaman Tim Megalarista dalam Chingay Parade Singapore 2020

11 Februari 2020, 10: 08: 38 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

KOmPaK: Tim megalarista berpose bersama Duta besar ri untuk Singapura i Gede Ngurah Swajaya (tengah, kaus merah) sebelum tampil dalam Chingay Parade Singapore awal bulan ini.

KOmPaK: Tim megalarista berpose bersama Duta besar ri untuk Singapura i Gede Ngurah Swajaya (tengah, kaus merah) sebelum tampil dalam Chingay Parade Singapore awal bulan ini.

Perjalanan konsisten Sanggar Tari Megalarista dalam berkesenian akhirnya membawa kelompok ini ke Singapura. Awal bulan ini, tim Megalarista tampil dalam Chingay Parade Singapore 2020. Sebanyak 20 penari ikut ambil bagian bersama Kontingen Indonesia dengan tema utama Colours in Harmony.

Pengalaman menyusuri lintasan jalanan Formula 1 (F1) Pit Building Singapore sepanjang sekitar lima kilometer menjadi salah satu pengalaman yang tak akan dilupakan oleh Sanggar Tari Megalarista. Sebab, awal bulan ini sanggar mengirimkan perwakilannya mengikuti event tahunan di Singapura. Yakni, Chingay Parade Singapore yang merupakan salah satu pertunjukan parade tahunan terbesar di Asia yang digelar oleh People’s Association Singapore, yang melambangkan dinamisme dan multikultural masyarakat Singapura.

Parade akbar ini diikuti penampil lokal dan internasional. Seperti dari Angola, Australia, Bhutan, Kamboja, Kanada, Tiongkok, Denmark, Mesir, Prancis, Ghana, Yunani, India, Indonesia, Irlandia, Italia, Jepang, Korea, Malaysia, Meksiko, Myanmar, New Zealand, Filipina, Rusia, Slovenia, Afrika Selatan, Sri Lanka, Tahiti, Taiwan, Thailand, Turki, Inggris, USA dan Vietnam.

MOMEN ISTIMEWA: Tim Megalarista dalam persiapan penampilan hari kedua Chingay Parade Singapore

MOMEN ISTIMEWA: Tim Megalarista dalam persiapan penampilan hari kedua Chingay Parade Singapore

Keikutsertaan Tim Megalarista ini merupakan undangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura melalui Rumah Budaya Indonesia-Singapura. Bergabungnya perwakilan penari dari Blitar Raya semakin melengkapi kemeriahan Kontingen Indonesia. Selain dari Blitar Raya, juga ada tim-tim penari dari berbagai kota, seperti Surakarta, Bandung, Bekasi, Kepulauan Riau, dan lainnya. Total penari dan pengiring yang mengisi Kontingen Indonesia sekitar 200 orang. “Setiap tahun kami mengundang sanggar-sanggar kesenian dari seluruh Indonesia. Hanya mereka yang memenuhi kualifikasi yang bisa berpartisipasi dalam kegiatan tahunan ini. Salah satunya memiliki kedisiplinan dan kemampuan bekerja sama yang baik,” jelas perwakilan Rumah Budaya Indonesia-Singapura Wahyuji Andayani.

Menyambut Chingay Parade Singapore, Sanggar Tari Megalarista yang didirikan oleh Darwanti, seorang guru di SDN Bendogerit 02, Kecamatan Sananwetan, sejak 2004, sangat semangat menata personel. Setiap pekan mereka menjalani latihan rutin di basecamp sanggar di Jalan Candi Jago, Kelurahan Bendogerit. Hingga akhirnya setelah perjalanan panjang, Rabu (29/1) lalu, tim Megalarista terbang ke Singapura. Selama dua hari, mereka menjalani gladi bersih pada Rabu hingga Kamis (30/1). “Baru selanjutnya tampil resmi selama dua hari pada Jumat (31/1) hingga Sabtu (1/2),” jelas Pimpinan Sanggar Tari Megalarista Darwanti.

Tampil di hadapan ribuan penonton tentu menjadi pengalaman yang tak akan dilupakan. Gerakan tari kombinasi berbagai daerah Kontingen Indonesia begitu kompak. Sejak Jumat malam seluruh anggota Kontingen Indonesia sangat bersemangat mengeluarkan kreasi tari yang dipelajari beberapa bulan terakhir. Salah satunya tarian cublak-cublak suweng. Aksi dilanjutkan lagi pada Sabtu malam di lokasi yang sama. Dalam dua hari penampilan, parade tahunan itu dihadiri dua petinggi Singapura. Hari pertama parade disaksikan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan hari kedua dihadiri langsung Presiden Singapura Halimah Yacob.

Dalam dua malam istimewa itu, sorot mata penonton dari tribun di kedua sisi jalan tak membuat tim grogi. Malah momen langka itu dijadikan kesempatan mengenalkan potensi yang dimiliki Indonesia kepada dunia internasional. “Teman-teman sangat antusias menari dalam Chingay Parade Singapore,” jelas perempuan ramah ini.

Sebelum tampil dalam Chingay Parade Singapore, ada persiapan panjang yang dijalani para penari. Usai menerima undangan dari Rumah Budaya Indonesia-Singapura pada Juli tahun lalu, Sanggar Tari Megalarista langsung mempersiapkan diri. Perwakilan 20 penari mempersiapkan diri dengan koordinasi gerakan tari dan musik dari KBRI Singapura. Tidak semua penari sanggar bisa berpartisipasi. Pasalnya, ada batasan bawah dan atas usia penari dalam Chingay Parade Singapore. Termuda adalah usia 11 tahun dan maksimal usia 50 tahun. Perwakilan tim Megalarista yang ikut ke Singapura adalah Ajeng, Alya, Andri Duana, Anggun, Ayu, Darwanti, Dheya, Endah, Erika, Jessa, Kinan, Niko, Nunung, Putri Ayu, Rita, Rony, Srianah, Sujitno, Vimala, dan Zidna.

(rt/yan/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia