Rabu, 26 Feb 2020
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Pemkab Tulungagung Kirim 4 Ribu Masker untuk PMI di Hongkong

12 Februari 2020, 07: 13: 19 WIB | editor : Andrian Sunaryo

MEMBANTU PAHLAWAN DEVISA:Kabag Humas dan Protokol  Galih Nusantoro menunjukkan dua karton masker yang berisi 4 ribu pics.

MEMBANTU PAHLAWAN DEVISA:Kabag Humas dan Protokol Galih Nusantoro menunjukkan dua karton masker yang berisi 4 ribu pics. (Siti Nurul lailil m/ratu)

KOTA, Radar Tulungagung - Penyebaran virus korona begitu cepat. Tak heran jika banyak masyarakat mulai waspada dan antisipasi terhadap virus tersebut. Salah satu langkahnya menutup hidung dan mulut dengan masker. Karena itu, kini masker banyak dicari masyarakat.

 Hal ini menyebabkan masker langka dan harga membumbung. Kondisi tersebut juga dirasakan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Tulungagung di Hongkong. Mengetahui itu, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo melalui Kabag Humas Pemkab Tulungagung Galih Nusantoro, mengirim masker ke mereka.

Menurut Galih Nusantoro, latar belakang Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengirim masker ke PMI di Hongkong karena mereka mengeluh masker di sana langka dan mahal. "Mereka (PMI, Red) di sana mengeluhkan masker kurang. Dan saat itu mereka membuat video tentang kondisi di sana. Video itu dikirim ke temen, lalu saya laporkan ke Pak Bupati. Dan Pak Bupati merespons. Karena itu kami langsung menindaklanjuti dengan mengirim masker ke Hongkong, " jelasnya.

PROSES KIRIM: Salah satu petugas Kantor Pos mengukur karton masker yang akan dikirim ke Hongkong.

PROSES KIRIM: Salah satu petugas Kantor Pos mengukur karton masker yang akan dikirim ke Hongkong. (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

Mantan Camat Sumbergempol ini melanjutkan, masker yang dikirim ke PMI di Hongkong berjumlah 4 ribu pics. Masker tersebut dikirim ke koordinator PMI, yakni Heni Wulandari di Choi Hung, Hongkong. "Meski dikirim ke koordinator PMI, nanti pembagiannya diawasi atase kepolisian KJRI Hongkong, Pak Sugeng Wahyudi," katanya.

Almuni STPDN ini menambahkan, pengiriman masker tersebut melalui Kantor Pos Tulungagung. Diharapkan dengan pengiriman masker tersebut ke PMI di Hongkong, sedikit membantu PMI Tulungagung dan lainnya di sana agar terhindar dari virus korona. "Tadi kami juga langsung order masker lagi di dinas kesehatan untuk pengiriman bantuan ke negara lain. Rencananya Taiwan," tuturnya

Sementara itu, Kepala Kantor Pos Tulungagung Yanuar Pribadi Utomo, mengakui kiriman masker ke luar negeri cukup tinggi. Bahkan, Januari saja ada 50 pengiriman dan meningkat dua kali lipat pada Februari ini. Dari datanya, kebanyakan pengirim mengirimkan masker ke Hongkong dan Taiwan. Sedangkan ke Tiongkok sedikit. Karena ada larangan dari pemerintah dalam pengiriman masker, khususnya di Provinsi Hubei, Tiongkok.

"Sesuai regulasi yang telah diumumkan, tidak boleh ada pengirim masker ke Provinsi Hubei," katanya.

Yanuar mengatakan, tidak ada kebijakan khusus dalam pengiriman bantuan masker ini. Hanya saja, pihaknya selalu koordinasi pada pihak penyalur, yakni kerja sama Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk mempercepat proses kiriman bantuan. Kata dia, estimasi pengiriman mencapai empat hingga lima hari.

"Karena saking banyak bantuan ke luar negeri, dari informasi yang kami dapatkan pengiriman agak lama. Tapi dipastikan seminggu sudah sampai," tandasnya. (*)

(rt/lai/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia