Rabu, 26 Feb 2020
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Bupati Rijanto Panen Raya Cabai dan Resmikan Pembangunan Embung

13 Februari 2020, 16: 40: 56 WIB | editor : Didin Cahya FS

MELIMPAH: Bupati Rijanto (tiga dari kiri) saat panen raya cabai di Desa Kaligambar, Kecamatan Panggungrejo, Rabu (12/2). Bupati Rijanto juga meresmikan pembangunan embung desa setempat.

MELIMPAH: Bupati Rijanto (tiga dari kiri) saat panen raya cabai di Desa Kaligambar, Kecamatan Panggungrejo, Rabu (12/2). Bupati Rijanto juga meresmikan pembangunan embung desa setempat. (AGUS MUHAIMIN/RADARTULUNGAGUNG.ID)

PANGUNGREJO, Radar Blitar – Keterbatasan pasokan air untuk mengolah lahan pertanian di wilayah Blitar selatan mulai menemukan solusi. Rabu (12/2), Bupati Rijanto bersama dengan jajaran meresmikan pembangunan embung di Desa Kaligambir, Kecamatan Panggungrejo. Dalam rangkaian peresmian ini, Bupati Rijanto juga mengikuti panen raya cabai merah keriting dan tasyakuran bersama warga setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rijanto juga mewanti-wanti agar masyarakat Blitar selatan jaga kekompakan dan gotong royong. Sebab, itu menjadi modal untuk membangun daerah. “Potensi yang ada di Blitar selatan ini sebenarnya luar biasa. Terutama dari karakter masyarakat yang masih menjaga tradisi gotong royong,” kata Bupati.

Pria ramah ini mengatakan, dengan gotong royong, ada banyak hal yang bisa dilakukan. Contohnya, ketika beberapa tahun lalu, infrastruktur di wilayah selatan masih merupakan jalur setapak. Kini berkat kekompakan masyarakat, mulai ada perbaikan. “Dulu wilayah Blitar selatan, lahan pertanian itu hanya ditanami singkong, kini Blitar selatan menjadi produsen cabai terbesar di Blitar,” katanya.

Kekurangan air tidak menjadi kendala mengolah lahan. Masyarakat yang kreatif dapat memanfaatkan lahan tersebut agar tetap produktif. Sejalan dengan itu, dibutuhkan kerja keras. ”Ini dibuktikan masyarakat Panggungrejo. Selain cabai, ada bawang merah dan melon yang berkualitas baik,”  tandasnya.

Tahun ini pemkab membangun embung di desa tersebut. Tujuannya mendukung aktivitas pertanian.

Dia berharap hal ini menjadi salah satu penambah semangat masyarakat. Sehingga ada peningkatan produksi pertanian dari wilayah Blitar selatan. “Anggaran untuk bangun embung ini sekitar Rp 100 juta. Mudah-mudahan benar-benar membawa manfaat untuk masyarakat dalam mengolah lahan pertanian,” katanya.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kabupaten Blitar,Wawan Widianto menambahkan, lebih dari 5 ribu hektare lahan pertanian di wilayah Kecamatan Panggungrejo yang ditanami cabai. Untuk itu, tak heran ketika jumlah cabai beredar tidak sesuai dengan kebutuhan, Blitar menjadi salah satu daerah yang disenggol pusat. “Kita itu menjadi penyangga kebutuhan cabai nasional, Dirjen Hortikultura ini terus memantau produksi cabai Blitar,” katanya.

Menurut dia, produksi cabai mayoritas ada di wilayah Blitar selatan. Sayangnya, keterbatasan air menjadi kendala dalam produksi. Kini setelah ada embung, berharap agar petani lebih produktif. Artinya, memiliki pola tertentu dalam menanam cabai. Sehingga komoditas tersebut memiliki harga yang bagus. “Bulan ini waktunya panen raya yang ketiga,” tuturnya. 

(rt/muh/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia