Rabu, 26 Feb 2020
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Plt Wali Kota Blitar Salurkan Bantuan Sembako

13 Februari 2020, 16: 44: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

TERIMA KASIH: Plt Wali Kota Blitar Santoso menyerahkan bantuan sembako program BPNT dari Kemensos.

TERIMA KASIH: Plt Wali Kota Blitar Santoso menyerahkan bantuan sembako program BPNT dari Kemensos. (FIMA PURWANTI/RADARTULUNGAGUNG.ID)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Pemkot Blitar melalui dinas sosial (dinsos) menyalurkan sembako kepada 5.011 keluarga penerima manfaat (KPM). Penyaluran sembako itu merupakan bagian dari program bantuan pangan nontunai (BPNT) dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Rabu (12/2), Plt Wali Kota Blitar Santoso secara simbolis menyerahkan bantuan sembako itu kepada beberapa warga di tiga kecamatan. Yakni Sananwetan, Sukorejo, dan Kepanjenkidul. "Alhamdulillah ini patut kita syukuri bersama. Program pemerintah pusat bisa disampaikan ke masyarakat," ungkapnya usai menyerahkan bantuan di E Warong Al-Awalu Al-Barokah Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul.

Dia mengatakan, bantuan sembako itu diberikan kepada warga kurang mampu dalam rangka memperbaiki gizi masyarakat. Serta untuk mencegah terjadinya stunting atau gizi buruk di masyarakat. "Tiap bulan warga dapat jatah sembako ini. Mulai beras 10 kilogram (kg), daging 1 kilogram, dan telur ayam 7 ons," jelasnya.

Menurut dia, stunting tersebut mangakibatkan pertumbuhan terganggu, terutama anak-anak. Penyebabnya, kekurangan gizi atau asupan nutrisi yang seimbang. "Melalui bantuan sembako ini dicoba untuk dipenuhi. Kami berikan selama setahun. Mudah-mudahan tahun depan bisa ditingkatkan lagi dari sisi jumlah maupun barangnya. Sehingga masyarakat bisa menikmati program BPNT," terang pria ramah ini.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Blitar Priyo Istanto mengatakan, program sembako itu merupkan program BPNT dari Kemensos. Sesuai basis data terpdu (BDT) milik Kemensos, jumlah warga yang menerima bantuan sembako yakni 5.011 penerima.

Tahun ini, nilai BPNT atau bantuan sembako sebesar Rp 150 ribu per KPM. Nilai tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. "Kalau sebelumnya Rp 110 ribu per KPM, sekarang naik menjadi Rp 150 ribu per KPM. Semoga tahun depan bisa meningkat lagi," ujar Kepala Dinsos Kota Blitar Priyo Istanto, kemarin.

Dia menjelaskan, sebagian penerima bantuan pangan tersebut juga merupakan penerima program keluarga harapan (PKH). Rumusnya, penerima PKH juga penerima BPNT. "Jadi ada non-PKH dan PKH. Kriteria penerima PKH itu harus ada ibu hamil, anak sekolah, ibu menyusui, dan bayi," jlentreh pria berkacamata ini.

Data penerima BPNT itu terus berubah setiap tahunnya. Pengaruhnya dari dinamika penduduk. "Karena ada warga yang meninggal dunia dan ada yang pindah. Tapi kami selalu verifikasi perubahannya," ujar Priyo. 

(rt/kan/did/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia