Rabu, 26 Feb 2020
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Pemkot Bekali Kader Posyandu Pengetahuan Virus Korona

14 Februari 2020, 10: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

SIGAP: Plt Wali Kota Blitar memberikan masker kepada kader posyandu.

SIGAP: Plt Wali Kota Blitar memberikan masker kepada kader posyandu. (HUMAS PEMKOT BLITAR)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Sebanyak 1.160 kader posyandu maupun kader kesehatan se-Kota Blitar dikumpulkan di Balai Koesoemo Wicitra, Kamis (13/2).

Mereka mengikuti pembinaan kesehatan yang digelar oleh Pemkot Blitar melalui dinas kesehatan (dinkes).

Mereka juga diberi pemahaman tentang virus korona dan pencegahan serta penanganan jika ditemukan warga terindikasi virus tersebut. "Ya, pembinaan ini juga menyangkut informasi tentang virus korona yang kini sudah menyebar luas," ujar Plt Wali Kota Blitar Santoso, Kamis (13/2).

Santoso mengatakan, kader kesehatan yang selama ini tumpuan masyarakat harus paham betul tentang virus korona. Masyarakat juga harus diberikan pemahaman tentang virus tersebut. "Jangan sampai masyarakat tidak paham apa itu virus korona. Bagaimana persebarannya dan apa tindakan yang harus dilakukan jika ditemukan. Jangan terpengaruh informasi hoax tentng korona," ungkapnya.

Dengan dibekali pemahaman tersebut, kader dan masyarakat bisa antisipatif. Jika ditemukan orang terindikasi, tidak sampai panik dan bisa melakukan pencegahan sejak dini agar tidak tertular.

Pada kesempatan itu, para kader juga diberikan masker secara gratis sebagai upaya antisipatif. Mereka juga dibekali tentang tata cara menggunakan masker yang benar.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Blitar dr Muchlis mengatakan, kader posyandu yang dikumpulkan itu terdiri kader lanjut usia (lansia) dan kader kesehatan balita. Total ada sebanyak 1.160 kader se-Kota Blitar. "Sesuai instruksi dari pimpinan, mereka (para kader, Red) kami berikan pemahaman tentang apa itu virus korona dan bagaimana antisipasinya," jelasnya.

Menurut dia, kader posyandu maupun kader kesehatan harus tahu dan paham mengenai virus yang kini sedang menyebar di Tiongkok dan beberapa negara lainnya itu. Mereka menjadi ujung tombak di masyarakat dalam hal informasi kesehatan dan penyakit. "Mereka harus ikut antisipasi. Harapannya, bisa sensitif dengan lingkungan masing-masing. Serta memberikan contoh bagaimana mengamankan diri dan keluarganya serta dari lingkungannya," terang pria ramah ini.

Salah satu bentuk antisipasinya, yakni dengan menggunakan masker tertutup. Kader juga dibekali keterampilan bagaimana menggunakan masker yang baik dan benar. "Makanya tadi juga dibagikan masker. Itu sebagai stimulan karena masker kini sedang langka dan mahal. Sementara kami beri gratis, satu orang satu masker untuk kader posyandu," tandasnya. 

(rt/kan/did/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia