Rabu, 26 Feb 2020
radartulungagung
icon featured
Features
Pembuatan Batik Celup Khas Tulungagung

Mudah dan Menarik, Siap Ditampilkan di Ajang Fashion Show

14 Februari 2020, 07: 26: 32 WIB | editor : Andrian Sunaryo

INDAH : Novi Hanifah (paling kanan) bersama ibu-ibu pejabat menunjukkan batik ikat celup hasil karya mereka

INDAH : Novi Hanifah (paling kanan) bersama ibu-ibu pejabat menunjukkan batik ikat celup hasil karya mereka (MAS TRI CAHYONO/RATU)

Para kolektor kain di Kota Marmer tak perlu kesulitan lagi untuk memperoleh motif kain batik yang mereka sukai. Sebab, kini sudah ada teknik baru membatik dengan cara dicelup. Betapa tidak, teknik celup khas Tulungagung ini bisa menyulap kain putih menjadi motif batik tertentu, hanya dengan waktu lima menit saja. Seperti apakah pembuatannya?

MAS TRICAHYONO, Kota, Radar Tulungagung

Suasana penuh keakraban terlihat di salah satu teras rumah milik warga di Jalan I Gusti Ngurah Rai II/17 H, sekitar pukul 08.00 kemarin. Puluhan ibu-ibu terlihat duduk dengan formasi melingkar sambil bercengkerama, sembari tangannya asyik melipat sejumlah kain warna putih menjadi aneka bentuk. Aneka jenis kain itu kemudian diikat dengan gelang karet warna-warni. Tak hanya itu, beberapa di antaranya juga melakukan inovasi. Yakni sengaja memasukkan beberapa buah batu ke dalam kain, kemudian mengikatnya dengan karet gelang. Sementara itu, di teras bagian luar rumah terlihat beberapa ibu-ibu yang lain sedang mendampingi para tamu sejumlah pejabat dari Pemkab Tulungagung. Kedatangan para pejabat itu tak lain untuk menyaksikan, sekaligus ingin belajar langsung cara membatik celup ikat khas Tulungagung, yang sengaja digelar Kiran Gallery.

  “Belajar membatik celup prosesnya sangatlah gampang. Sebab, teknik batik celup tidak perlu menggunakan canting seperti layaknya membatik pada umumnya. Tekniknya, cukup diawali dengan melipat kain dan selanjutnya diikat, kemudian dicelupkan ke pewarna sesuai dengan selera kita,” ucap Novi Hanifah, STSE, selaku owner Kiran Gallery.

Selain gampang, bahan-bahan yang dibutuhkan dalam membuat batik celup ikat Tulungagung juga sederhana. Di antaranya kain putih, pewarna remasol, waterglass, karet gelang, kelereng, sarung tangan, dan air. “Setelah proses perwarnaan selesai, tinggal jemur sebentar. Kemudian bilas dengan air bersih. Maka, kain celup ikat sudah bisa dikatakan selesai,” papar perempuan yang juga berprofesi sebagai kontraktor tersebut.

Selaku mentor batik celup ikat khas Tulungagung, Novi -panggilan Novi Hanifah- menuturkan batik celup ikat ini selain menarik juga banyak diminati, terutama kaum wanita. Sebab, kain celup ikat ini, bisa memunculkan aneka motif dan corak yang bervariatif. Bahkan, mampu menghasilkan karya tak terduga. Dengan memakai kain batik celup, dinilai bisa menambah penampilan seseorang menjadi lebih elegan. “Kini banyak sekali yang berminat memakai. Bahkan belajar untuk membuat kain batik motif celup ini,” katanya dengan ramah.

Tak hanya itu, beberapa waktu lalu bahkan ada desainer kondang asal Kota Pahlawan yang berminat untuk menampilkan batik celup hasil karya Kiran Gallery untuk ditampilkan dalam ajang fashion show. “Mereka mengaku tertarik dengan motif batik celup khas Tulungagung. Mereka juga mengaku motifnya cocok untuk dipadukan dengan motif apa pun karena teknik pewarnaan dinilai cukup luwes,” pungkasnya. (*)

(rt/dre/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia