alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Pemdes Jarakan Gelar Seleksi Kaur Keuangan

Gandeng Universitas Negeri Malang

20 Februari 2020, 12: 16: 30 WIB | editor : Retta wulansari

TRANSPARAN: Salah satu calon perangkat desa mengerjakan soal yang dibuat oleh panitia dari Universitas Negeri Malang dalam seleksi perebutan jabatan kaur keuangan.

TRANSPARAN: Salah satu calon perangkat desa mengerjakan soal yang dibuat oleh panitia dari Universitas Negeri Malang dalam seleksi perebutan jabatan kaur keuangan. (DESA JARAKAN FOR RATU)

GONDANG, Radar Tulungagung – Kepala desa membutuhkan bantuan dalam menjalankan roda pemerintahan dan melayani kebutuhan masyarakat. Maka dari itu, kemarin (19/2) pemerintah Desa Jarakan, Kecamatan Gondang, melakukan penjaringan atau seleksi bakal calon perangkat desa untuk posisi kaur keuangan. Total ada 16 peserta yang mengikuti tes berbasis komputer itu.

Uniknya, dalam penjaringan ini pihak pemdes berusaha tidak cawe-cawe. Pemdes ingin menunjukkan netralitas dan berusaha menepis anggapan adanya pengaturan orang dalam. Mereka pun menggandeng akademisi dari Universitas Negeri Malang sebagai pengawas dan perumus soal.

Hal itu diungkapkan Kepala Desa Jarakan Suad Bagiyo. Dia menjelaskan, pemdes Jarakan, muspika Gondang, dan panitia semuanya tidak satu pun memiliki hubungan keluarga dengan peserta. Sepenuhnya pelaksanaan seleksi bakal calon perangkat desa untuk posisi kaur keuangan didukung Universitas Negeri Malang. Suad mengatakan, dengan adanya pihak ketiga ini, akan menghasilkan perangkat kaur keunganan yang akuntabel, kredibel, professional, dan terpenting berakhlak. “Ini komitmen saya. Untuk menepis anggapan yang salah di masyarakat,” tegasnya

Suad menjelaskan, untuk soal juga dibuatkan oleh pihak panitia dari Universitas Negeri Malang. Yakni berupa soal pilihan ganda tentang matematika, bahasa Indonesia, Pancasila, UUD 1945, dan tata negara. Serta esai tentang uji kompetensi pembukuan desa. Sedangkan pelaksanaannya berbasis komputer. Sebab, menurut Suad, calon perangkat desa harus paham perkembangan teknologi. “Kaur keuangan dituntut melek teknologi. Sekarang sudah era 4.0,” jelasnya

Sementara itu, ketua tim perumus soal, Puji Handayati yang berprofesi sebagai wakil dekan II Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Negeri Malang mengatakan, untuk menjaga kerahasiaan soal ujian agar tidak bocor, pihaknya membentuk jumlah kepanitian yang terbatas. Bahkan, menurut dia hanya empat orang perumus yang mengetahui soal itu. “Bagaimana bentuk soal, hanya kami (tim perumus, Red) yang tahu,” ujar Puji.

Pihaknya memang fokus pada perangkat desa yang kredibel dan mumpuni dalam menjalankan tugasnya. Maka dari itu, pihaknya menyambut baik undangan dari Desa Jarakan untuk ikut andil dalam merumuskan soal ujian perangkat desa. “Soal kami bagi dalam dua bagian, pilihan ganda dan esai,” tutur Puji.

Ada 50 soal pilihan ganda yang berhubungan dengan undang-undang, Pancasila termasuk tata kelola pemerintah desa dan keuangan desa. Untuk soal esai lebih berfokus pada aplikasi pekerjaan mereka saat menjadi kaur keuangan. “Sistem yang kami susun sesuai dengan siskeudes (sistem keuangan desa). Hanya saja, bentuknya kita sederhanakan dalam bentuk (program) Excel,” ucap wanita yang juga menjabat sebagai ketua Ikatan Akuntan Indonesia wilayah Jatim periode 2019-2013 itu.

Untuk hasil ujian menggunakan sistem rangking. Nilai tertinggi secara otomatis akan lolos menduduki posisi kaur keuangan di Desa Jarakan. Untuk hasil ujian ini rangking pertama diraih oleh Endah Wahyunigsih dengan nilai 109, disusul oleh Noviana Hidayatus Sholekah dengan nilai 106 dan Eko Ardianto dengan nilai 103. 

(rt/lai/dre/rak/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia