alexametrics
Sabtu, 04 Apr 2020
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Plt Walikota Santoso: Kota Blitar Sudah Aman, Tetap Jaga Kondusivitas

22 Februari 2020, 09: 45: 38 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Plt Walikota Santoso

Plt Walikota Santoso

SANANWETAN, Radar Blitar –Pemkot Blitar memastikan Bumi Bung Karno sudah kondusif usai laga semifinal Piala Gubernur Jawa Timur (Jatim) 2020) di Stadion Soeprijadi, antara Persebaya Surabaya versus Arema Malang. Kemarin (19/2) riak-riak kecil yang mewarnai pertandingan ini juga sudah tuntas. Terlebih setelah Pemprov Jatim juga turun tangan dan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan dalam perhelatan tersebut.

Plt Wali Kota Blitar Santoso mengatakan, pertandingan sudah selesai dan kondisi sudah normal kembali. Aktivitas masyarakat kembali berjalan seperti semula. Mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun aktivitas sosial yang lain. “Kondisi sudah aman dan terkendali. Intinya, mari kita tetap pegang teguh karakter wong Kota Blitar. Rukun agawe santoso,” katanya.

Pada momen ini, kata dia, Pemkot Blitar bertindak sebagai fasilitator. Yakni menyediakan fasilitas Stadion Soeprijadi sebagai venue derbi Jatim antara Arema dengan Persebaya. Kendati begitu, segenap jajaran pemerintahan di Kota Blitar juga digerakkan. Bersama aparat kemanaan dan panitia pertandingan, pemkot berupaya maksimal untuk menciptakan suasana kondusif selama jalannya pertandingan. 

Menurut dia,  pengamanan pertandingan sudah maksimal. Bahkan, pertandingan dua tim berjalan dengan aman dan tertib. Di lapangan, tak ada gesekan selama pertandingan. Namun, suasana berbeda terjadi di luar stadion. “Untuk masalah pendukung dua tim, aparat sudah maksimal dan sudah mengantisipasi.  Namun, ternyata masih ada gesekan di luar lapangan. “Alhamdulillah, warga Kota Blitar tidak terpancing dan suasana kembali kondusif,” ujarnya.

Pemkot Blitar pun telah memberikan perhatian dan langkah antisipasi yang optimal. Selain koordinasi dengan aparat, juga menunjukkan kepedulian kepada dua pendukung tim. Itu dibuktikan dengan langkah humanis Kesbangpol dan PBD Kota Blitar menggerakkan tim tagana memberikan nasi bungkus cuma-cuma kepada pendukung tim yang saat itu membutuhkan.  Harapannya, bisa membantu dan meringankan akomodasi para suporter.

Di sisi lain, sambung dia, kericuhan yang terjadi di Kota Blitar juga direspons cepat Pemprov Jatim. Pemprov Jatim menyampaikan permintaan maafnya kepada warga Blitar atas insiden tersebut. “Bahkan, sebagaimana pernyataan Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim, Selasa malam (18/2), jika ada kerusakan tanaman, sawah, kebun, serta warung yang belum terbayar, maka Pemprov Jatim menugaskan Kepala Kesbangpol Pemprov Jatim untuk menyelesaikan. Untuk kerugian yang lain, Kesbangpol dan PBD Kota Blitar sedang melakukan inventarisasi dan diteruskan ke pemprov. Termasuk warga yang terluka, sudah mendapatkan layanan kesehatan,” tegasnya.

“Pemkot Blitar pasti akan membantu warga masyarakat Kota Blitar yang menjadi korban agar mendapatkan perhatian dan penyelesaian dari Pemprov Jatim yang memangku hajat penyelenggaraan Piala Gubernur,” imbuhnya.

Dia menyampaikan terima kasih kepada aparat keamanan dari Polri dan TNI yang sudah bekerja keras agar situasi segera pulih dan kondusif. Begitu juga dengan pemprov yang langsung memberikan perhatian atas kejadian di Kota Blitar.

Yang perlu digarisbawahi, kini Kota Blitar sudah aman dan kondusif. Warga Kota Blitar kembali beraktivitas seperti biasanya. Ke depan, untuk mengantisipasi agar tidak terulang kejadian serupa, Pemkot Blitar akan meningkatkan antisipasi yang matang dengan sejumlah lembaga. “Sekali lagi jaga nama baik Kota Blitar, Kota Blitar aman untuk semua. Dan imbauan untuk Bonek dan Aremania, bersikaplah yang simpatik agar bisa diterima di semua daerah. Apalagi di Kota Blitar sebagai Kota Proklamator tempat Bung Karno, pahlawan pemersatu Indonesia, dimakamkan,” pungkasnya.

(rt/hms/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia