alexametrics
Sabtu, 04 Apr 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Fasilitas Kampus untuk Disabilitas Minim

25 Februari 2020, 14: 10: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Minim fasilitas : Seorang mahasiswa penyadang disabilitas sedang menulis di lantai dengan menggunakan kakinya.

Minim fasilitas : Seorang mahasiswa penyadang disabilitas sedang menulis di lantai dengan menggunakan kakinya. (MUHAMMAD HAMMAM/ RATU)

Kota, Radar Tulungagung – Mahasiswa/i disabilitas di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, ternyata belum sepenuhnya mendapatkan haknya. Yakni, fasilitas untuk para disabilitas. Hal ini menjadikan para disabilitas kesulitan dalam mengakses fasilitas kampus dan proses perkuliahan.

 Witutur, salah satu mahasiswa disabilitas mengaku, selama ini dia belum sepenuhnya mendapatkan hak dalam pembelajaran. Dia sering mengalami kesulitan untuk mengakses fasilitas kampus karena keterbatasannya. Di sisi lain, dia mengaku juga tidak terlalu membutuhkan bantuan khusus untuk menunjang proses pembelajaran, karena tidak ingin menjadi beban orang lain.

 Dia menceritakan, ketika di kelas harus menulis di lantai dengan menggunakan kakinya. Karena yang ada hanya meja kursi pada umumnya, tidak ada meja kursi khusus. Kemudian, ketika ingin naik ke lantai 6, dia juga harus memencet tombol lift dengan kakinya, atau harus menaiki tangga agar sampai di lantai 6. Dia juga kesulitan untuk mengakses perpustakaan, karena harus melakukan scan kartu yang tingginya hampir sedada agar dapat masuk. Begitu juga untuk mengambil buku di rak yang paling atas.

 Kondisi ini juga dibenarkan Muhammad Said Hanafi, selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Psikologi Islam (HMJ-PI) IAIN Tulungagung. Dia mengatakan, fasilitas menjadi sangat penting dalam proses pembelajaran, apalagi bagi mahasiswa/i disabilitas. “Seharusnya kampus harus cepat tanggap, tidak harus menunggu laporan bahwa mahasiswa/i membutuhkan fasilitas penunjang. Mahasiswa disabilitas juga berhak atas fasilitas itu,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Tulungagung, Abdul Aziz mengatakan, sebenarnya sejak 2016 kampus sudah mulai memberikan hak disabilitas. “Gedung-gedung yang sudah ada seperti itu sebenarnya masih bisa diakses. Tapi kalau memang ada keluhan, ya akan kami sesuaikan. Namun, untuk secara keseluruhan merubah kampus menjadi ramah disabilitas pasti membutuhkan waktu,” tutur pria berkumis itu.

 Dia menambahkan, bahwa mahasiswa/i disabilitas di IAIN Tulungagung berjumlah tiga orang. Pemenuhan disabilitas yang sudah ada di kampus, itu meliputi penempatan di lokal yang paling bawah serta pendampingan dari rektorat. “Nantinya kami akan buat fasilitas sebagai upaya pemenuhan hak-hak disabilitas pada 2021,” janjinya.

 Sekadar informasi, hak disabilitas sudah dijamin dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016, tentang Penyandang Disabilitas. Yakni, setiap penyelenggara pendidikan tinggi wajib memfasilitasi pembentukan unit layanan disabilitas. Bahkan, ketika penyelenggara pendidikan tidak membentuk unit layanan disabilitas, akan mendapatkan sanksi administratif berupa teguran tertulis hingga pencabutan penyelenggaraan pendidikan.

(rt/dre/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia