alexametrics
Rabu, 01 Apr 2020
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Dicekik hingga Tewas, Misteri Kematian Ibu Kos Terungkap

Pelaku Mantan Penyewa Kamar

25 Februari 2020, 15: 05: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

TERUNGKAP  : Tersangka, Rian Dicky V digelandang untuk mengikut pres rilis di Mapolres Tulungagung, kemarin

TERUNGKAP : Tersangka, Rian Dicky V digelandang untuk mengikut pres rilis di Mapolres Tulungagung, kemarin (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

RADAR TULUNGAGUNG - Misteri kematian Miratun, warga Lingkungan 6 Desa/Kecamatan Ngunut, akhirnya terungkap. Itu setelah penyidik menetapkan Rian Dicky Vebriatanto menjadi tersangka. Pria asal Jalan Bogenvil No. 9 Perumnas Kalian Asri, Desa Kandangan Barat, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan, itu diduga nekat mencekik Miratun hingga tewas, karena ingin menguasai harta milik korban.

 Informasi yang berhasil dihimpun koran ini, setelah seminggu melakukan penyelidikan, polisi akhirnya mengamankan tersangka pembunuh Miratun alias Soton. Tersangka tak lain adalah mantan anak kos korban, beridentitas Rian Dicky Vebriatanto.

 Sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, pada Januari lalu tersangka Rian datang ke Tulungagung untuk mencari pekerjaan. Selama mencari pekerjaan itu, tersangka berinisiatif menyewa kamar milik korban yang berusia 65 tahun.

"Karena rumah pamannya sempit, dia berinisiatif tinggal di Tulungagung dengan sewa kamar kos milik korban," kata Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia saat pres rilis kemarin.

Selama tinggal di rumah kos, tersangka ini gelap mata dan tergiur ingin menguasai harta milik korban. Hingga akhirnya nekat mencuri sejumlah barang berharga milik korban, seperti perhiasan emas dan uang tunai Rp 4 juta, kemudian kabur. Hasil pencurian itu, diakui tersangka untuk kehidupan sehari-hari serta biaya sewa kos di Surabaya.

"Menganggap harta Miratun ini masih banyak. Kemudian, tersangka ini berinisiatif  kembali ke rumah Miratun untuk melancarkan aksi pencurian lagi," terangnya.

Setiba di rumah Miratun pada Kamis (13/2) sekitar pukul 13.00, tersangka langsung menggeledah kamar milik korban. Namun sayang, upaya itu tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya, terbesit keinginan untuk menjambret perhiasan yang melekat pada tubuh korban.

"Tersangka ini sudah hafal dengan kebiasaan korban. Termasuk, tempat dimana menyimpan barang berharganya, serta kesibukan korban, " terangnya.

Tak lama, setelah korban tiba di rumah sekitar pukul 15.00, tersangka yang sudah menunggu di balik pintu belakang, langsung mendatangi dan mencekik korban. Korban yang kalah tenaga, tak bisa melawan dengan serangan tersangka. Korban yang sudah mulai lemas, membuat Rian dengan bebas mengambil sejumlah perhiasan emas yang melekat dalam tubuh korban, seperti cincin, kalung, serta gelang.

 "Setelah berhasil mengambil perhiasan korban, tersangka ini kemudian menyembunyikan korban yang sudah mati lemas, dengan menggulungnya dengan kasur lipat dan di atas wajahnya ditutup bantal dan guling," jelasnya.

Setelah melakukan aksi sadisnya itu, tersangka kabur. Tersangka pergi ke arah Malang, kemudian ke Surabaya untuk menjual hasil curian yang nilainya sebesar Rp 15 juta. Uang tersebut kemudian digunakan untuk liburan ke Bali dengan kekasihnya.

"Setelah melakukan penyelidikan kasus ini selama seminggu, kami mendapati informasi jika tersangka sudah berada di Surabaya. Lantas petugas menyergap dan berhasil mengamankan tersangka di salah satu rumah kos di Surabaya," terangnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 338 dan atau pasal 365 ayat 1 dan 3 KUH pidana tentang pidana pembunuhan dan atau pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian terhadap korban, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

"Dia ini merencanakan pencurian. Berusaha menguasai harta korban. Namun saat di TKP,  aksi pencurian ini mengakibatkan korban meninggal. Dengan cara mencekiknya," terangnya.

Disinggung apakah tersangka sudah sering melakukan pencurian? Pandia mengaku masih mendalaminya. Namun dari pengakuan tersangka, dia baru mencuri di rumah Miratun saja.

(rt/lai/dre/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia