alexametrics
Sabtu, 04 Apr 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Eksplor Teknik Water Colour dan Arsir

Sevia Dewi Krismoni, Perupa Muda Berbakat asal Desa Serut, Boyolangu

25 Februari 2020, 21: 45: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

PERUPA MUDA : Sevia Dewi Krismoni menyelesaikan salah satu lukisan di teras rumahnya, kemarin (24/2).

PERUPA MUDA : Sevia Dewi Krismoni menyelesaikan salah satu lukisan di teras rumahnya, kemarin (24/2). (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

Pekerjaan paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar. Hal itulah yang dilakoni Sevia Dewi Krismoni. Kecintaannya pada seni lukis mengantarkannya menjadi seorang perupa muda berbakat. Bahkan, kini dia menggeluti bisnis lukis sketsa wajah.

ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI, Boyolangu, Radar Tulungagung

Beberapa lukisan berbagai ukuran menghiasi dinding ruang tamu milik pasangan suami istri (pasutri) Manto dan Khoirul Bariyah di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu. Tak lama kemudian seorang gadis berkacamata keluar sembari membawa sebuah kanvas dan beberapa jenis kuas lukis. Dia adalah Sevia Dewi Krismoni, seorang perupa muda yang memiliki gaya melukis realis. “Ini mau menyelesaikan salah satu lukisan saya. Biasanya saya melukis di teras rumah atau di kamar karena lebih tenang,”sapanya kepada koran ini.

Selain menekuni seni lukis, Sevia- sapaan akrabnya, juga kerap menerima jasa ilustrasi wajah dengan teknik water colour dan teknik arsir. Dunia gambar bukan hal baru baginya. Sebab, sedari usia TK, dara kelahiran 8 September 1998 ini sering ikuti lomba menggambar. Meski belum berhasil meraih juara, tak menyurutkan semangatnya untuk terus menggambar. “Dari kecil memang suka menggambar. Ya bisa dibilang otodidak, tidak pernah ikut kursus atau semacamnya,”jelasnya.

 Hingga masuk di bangku SMP, ia mulai mengenal berbagai jenis teknik menggambar dari salah seorang guru seni di sekolah. Lantas ia pun mengikuti ekstrakurikuler gambar. Salah satunya menggambar dengan teknik realis. “Saat SMK akhirnya mulai memberanikan diri untuk terima jasa teknik lukis wajah. Di situ saya mulai sadar kalau bakat saya ternyata bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah,”terangnya.

 Kala itu, ia dimintai bantuan seorang teman membuat sebuah sketsa wajah untuk kado. Dari situ ia pun mulai mengeksplor pada teknik pensil warna dan water colour. Mahasiswa IAIN Tulungagung ini mengatakan, salah satu tantangan dalam membuat sketsa adalah pada detail gambar. Sebab, pada teknik water colour juga harus mengutamakan kemiripan dengan objek aslinya. “Biasanya paling sulit pada bagian rambut. Detail helai rambut dan besar kecilnya ukuran gambar juga berpengaruh. Semakin kecil ukurannya, harus detail,”imbuhnya.

Untuk menyelesaikan satu karya, Sevia memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga hari. Ini untuk sketsa berukuran kecil dan sedang. Sementara untuk berukuran besar memerlukan waktu setidaknya hampir satu minggu.

 Tak hanya kesulitan pada detail gambar, membagi waktu antara kuliah dan menjalankan bisnis sketsa wajah menjadi tantangan baginya. “Terkadang saat ada tugas banyak, lukis harus stop dulu. Jadi manajamen waktunya perlu diatur,”jelasnya.

Disinggung mengenai rencana kedepan, bungsu dari dua bersaudara ini mengatakan, ingin mengasah teknik lukis lagi. Antara lain melukis dengan teknik water colour pada media kanvas, dan teknik arsir pada media kanvas. “Selama ini water colour saya hanya di media kertas, ini mau saya eksplor ke kanvas,”tandasnya. 

(rt/nda/dre/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia