alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Emosi, Aniaya Suami Mantan Istri

26 Februari 2020, 14: 10: 59 WIB | editor : Retta wulansari

KARENA EMOSI : Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia menginterogasi Misnan, pelaku perusakan dan penganiayaan.

KARENA EMOSI : Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia menginterogasi Misnan, pelaku perusakan dan penganiayaan. (SITI NURUL LAILIL M/ RATU)

RADAR TULUNGAGUNG - Emosi Misnan, warga Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung, yang tidak terkendali berujung bui. Itu karena Misnan yang tidak terima rumah yang dibangunnya ditempati Supriyanto, 32, warga Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, yang tak lain suami baru dari mantan istrinya, Wahyuni, 38, nekat melampiaskan amarahnya dengan menganiaya keduanya. Tak hanya itu, pria berusia 38 tahun itu juga merusak mobil Daihatsu Sigra warna merah AD 9025 KT milik korban, dengan memukulnya menggunakan linggis.

 Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, penganiayaan dan perusakan yang dilakukan Misnan terjadi pada Kamis (20/2). Saat itu sekitar pukul 15.30, tersangka datang ke rumah mantan istrinya untuk mencari anaknya. Namun sesampai di rumah, dia melihat mantan istrinya dan suami barunya, berada dalam satu rumah. Tersangka lantas tersulut emosi. Karena, sebelumnya sudah memperingatkan mantan istrinya, jika menikah lagi, suami baru tidak diperbolehkan tinggal di rumah yang sudah dibangunnya dengan susah payah.

"Sebelumnya dia sudah memperingatkan. Kalau menikah, laki-laki baru itu tidak boleh tinggal di rumah yang telah di bangunnya," ucap Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia saat pres rilis, kemarin.

Karena emosi Misnan sudah memuncak, diapun gelap mata. Dia langsung mengambil linggis di belakang rumah, kemudian kembali dan melayangkan linggis tersebut ke arah Supriyanto dan Wahyuni. Beruntung Supriyanto sigap, dia berhasil menangkis pukulan Misnan. Mantan istri yang mengetahui itu, juga berusaha mencari  bantuan.

"Nah, tetangganya ada yang mengetahui. Namun tidak berani mendekat. Karena Misnan membawa linggis," terangnya menceritakan kronologi.

Setelah melakukan pemukulan, tersangka kemudian berjalan ke arah mobil korban. Diapun langsung mengarahkan linggis yang dibawanya ke arah kaca mobil depan, belakang, dan samping hingga pecah. Mengetahui ada yang menghubungi polisi karena ulah ngamuknya, tersangka berusaha kabur. "Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya tersangka berhasil kami amankan. Dia bersembunyi di rumahnya," jelasnya

Sementara itu, Misnan mengaku, nekat melakukan aksi perusakan dan penganiayaan tersebut karena gelap mata. Dia mengaku kesal, karena peringatannya tidak digubris. Dia mengaku, rumah yang dibangunnya di atas tanah mantan mertuanya, itu akan diberikan pada anaknya. Misnan belum rela, jika suami baru dari mantan istrinya tinggal dari hasil jerih payahnya. "Saya sudah mewantinya. Tapi tidak digubris," jelas Misnan

 Disinggung kenapa melakukan perusakan mobil? Misnan mengaku itu spontanitas. Bahkan ketika merusak, Misnan sudah memperhitungkan kerugiannya. Makanya dia hanya merusak kaca mobil, bukan body mobil. "Karena kalau kaca kan lebih murah daripada bodynya," ungkapnya sambil tersipu malu atas perbuatannya.

Kini Misnan sudah diamankan dan sudah mendekam di balik jeruji besi sembari menunggu petugas melengkapi berkasnya. Atas aksi ngamuknya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 351 (1) dan atau pasal 406 (1) KUHP dengan ancaman hukuman dua tahun delapan bulan.

(rt/lai/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia